Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong Jawa Tengah untuk berkembang menjadi hub investasi Asia sekaligus model percepatan investasi nasional.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat mengatakan Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru.
Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan daya saing provinsi tersebut terus menguat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi di sejumlah kawasan industri serta tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran Apindo dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (18/6).
Lebih lanjut, Bob Azam menilai percepatan pembangunan infrastruktur logistik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan rantai pasok nasional dan global dinilai menjadi faktor penting agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berkelas internasional.
Apindo juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok yang mampu bersaing dengan berbagai pusat investasi regional, termasuk Vietnam.
Dalam kesempatan itu, Apindo memaparkan hasil kajian yang menunjukkan Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan strategis.
Keunggulan tersebut meliputi posisi geografis yang berada di tengah Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan melimpah, kawasan industri yang terus berkembang, iklim investasi yang kondusif, serta dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik.
Baca juga: BI: Ekonomi Jateng tumbuh oleh konsumsi RT dan investasi
Baca juga: Forum Bisnis Investasi Jawa Tengah 2026 hasilkan 40 LoI senilai Rp16 T
Menurut Apindo, di tengah tren relokasi industri global akibat strategi China+1 dan meningkatnya biaya produksi di sejumlah negara tujuan investasi, Jawa Tengah berada pada posisi yang strategis untuk menangkap arus investasi baru dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.
Menurut dia, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, dukungan pendidikan vokasi melalui SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK), serta komitmen pemerintah daerah dalam mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha.
Terkait penguatan sektor logistik, Ahmad Luthfi mengatakan revitalisasi pelabuhan telah diajukan kepada pemerintah pusat. Selain itu, pengembangan Dry Port Batang juga telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi di Jawa Tengah.
Sementara itu, Dewan Pakar Apindo Anton J Supit menilai momentum percepatan investasi perlu diperkuat melalui perluasan akses pasar global.
Salah satunya melalui penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang diyakini dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus basis ekspor.
Anton juga mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappenas, dan Apindo guna mengawal berbagai agenda strategis yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Agenda tersebut mencakup pengembangan pelabuhan, penguatan logistik, konektivitas kawasan industri, serta percepatan investasi prioritas.
Menurut dia dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan sistem logistik yang terintegrasi, penguatan rantai pasok industri, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi paling kompetitif di Indonesia.
Selain itu, provinsi tersebut juga bisa menjadi contoh transformasi ekonomi daerah yang mampu menarik investasi global, menciptakan lapangan kerja produktif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Baca juga: Gubernur: Jateng butuh pembenahan logistik laut
Baca juga: Jateng siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru
Baca juga: Gubernur Jateng tawarkan investasi pada Dubes dan pengusaha India
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































