Antisipasi Kemarau 2026, Pemkot Metro Percepat Tanam dan Perkuat Mitigasi Dampak El Nino

3 hours ago 1

RAKYATNEWS.CO.ID,METRO — Pemerintah Kota Metro, Lampung, memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026 yang dipicu fenomena anomali iklim El Nino.

Salah satu strategi utama yang didorong adalah percepatan masa tanam serta penguatan sinergi lintas sektor guna menjaga produktivitas pertanian.

Langkah tersebut disampaikan dalam dialog antara pemerintah daerah dan pelaku utama sektor pertanian yang berlangsung di Landbouw Pertanian, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi sekaligus menyatukan langkah menghadapi tantangan iklim ekstrem.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Hery Wiratno, mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Dialog ini penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan petani. Kita perlu memastikan setiap langkah mitigasi berjalan efektif, terutama menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, sektor pertanian di Kota Metro ditopang oleh kelembagaan yang cukup kuat, mulai dari ratusan kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, kelompok wanita tani, hingga kelompok peternak yang melibatkan ribuan kepala keluarga.

Menurut dia, potensi tersebut harus dikelola secara terkoordinasi agar distribusi bantuan dan penerapan teknologi tepat sasaran.

Dalam menghadapi risiko kekeringan, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Koordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas pekerjaan umum, dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Selain itu, percepatan masa tanam menjadi perhatian utama. Pemerintah menetapkan batas waktu tanam padi hingga pertengahan Mei 2026. Petani diimbau untuk tidak menanam padi setelah periode tersebut guna menghindari risiko gagal panen.

“Jika melewati pertengahan Mei, lebih aman beralih ke komoditas lain seperti jagung yang lebih adaptif terhadap kondisi kering,” kata Hery.

Penggunaan varietas unggul berumur genjah juga dianjurkan. Varietas seperti Inpari 38 dan Inpari 46 dinilai lebih sesuai karena memiliki masa panen relatif singkat, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian sebagai penopang ekonomi. Ia memastikan bantuan sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta infrastruktur irigasi akan terus diperkuat.

“Kami berupaya memastikan kebutuhan petani terpenuhi agar mereka tetap produktif meskipun menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Menurut Bambang, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh tambahan bantuan, seperti traktor, mesin panen, dan pompa air. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan bantuan tersebut secara optimal di tingkat lapangan.

Sejumlah langkah strategis lain yang disiapkan antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, penerapan sistem peringatan dini, serta pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi. Pada 2026, Kota Metro mendapatkan alokasi pembangunan jaringan irigasi di sejumlah titik serta bantuan pompa air untuk mendukung kebutuhan pertanian.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah juga mencatat adanya potensi di sektor peternakan. Beberapa sapi dari Kota Metro masuk dalam nominasi pilihan tingkat nasional dengan bobot di atas satu ton.

Pemerintah Kota Metro optimistis, melalui penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya, sektor pertanian dan perikanan tetap mampu bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan perubahan iklim. (red)

Read Entire Article
Rakyat news | | | |