Denpasar (ANTARA) - Kantor Berita ANTARA Biro Bali memperkuat kapasitas warga lanjut usia (lansia) untuk menangkal hoaks melalui literasi karena mereka merupakan kelompok rentan terpapar gangguan informasi.
“Kami mengharapkan lansia menjadi lebih berdaya, memiliki kemandirian serta tidak rentan terpapar informasi viral yang belum tentu dipastikan kebenarannya,” kata Kepala ANTARA Biro Bali Ardi Irawan di Denpasar, Bali, Sabtu.
Menurut dia, dengan menyasar lansia diharapkan program literasi semakin inklusif dan berkelanjutan selain menargetkan para pelajar dan mahasiswa.
Pasalnya, derasnya arus informasi di ruang digital saat ini membutuhkan optimalisasi literasi untuk mencegah paparan informasi menyesatkan hingga membawa dampak polarisasi masyarakat.
Adapun program literasi media itu disampaikan oleh pewarta ANTARA Biro Bali, Dewa Ketut Sudiarta Wiguna kepada 55 orang warga lansia yang saat ini juga mengenyam pendidikan informal Sekolah Lansia Wredha Harum Mahottama di Kantor Perbekel (Desa) Tegal Harum, Monang Maning, Denpasar.
Edukasi itu sekaligus merealisasikan program literasi menangkal hoaks kepada lansia usai narasumber itu meraih beasiswa studi singkat Australia Awards 2026 di the University of Queensland terkait tantangan mis dan disinformasi, menumbuhkan integritas informasi dan literasi media di era digital.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman soal garis besar hoaks atau informasi palsu meliputi gangguan informasi yakni misinformasi, disinformasi dan malinformasi serta tips mencegah terpapar hoaks dengan memperkaya referensi hingga pemanfaatan sederhana dari teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kami ingin membangun kembali cara berpikir kritis lansia agar tidak mudah terpapar hoaks yang menyesatkan dan merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan literasi diadakan melalui diskusi dan melibatkan partisipasi aktif peserta yang rata-rata merupakan lansia berusia rentang 60-75 tahun.
Literasi juga diadakan secara menyenangkan dengan ditampilkan contoh visual baik foto dan video serta diselingi kuis, peregangan tubuh dan diakhiri aktivitas menyanyi bersama.
ANTARA Biro Bali foto bersama lansia setelah memberikan literasi menangkal hoaks di Sekolah Lansia Kantor Perbekel Tegal Harum, Denpasar, Sabtu (4/7/2026). (ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)Sementara itu, Sekretaris Desa Tegal Harum Ida Ayu Putu Cahya Sugiantari mewakili Perbekel desa setempat mengapresiasi kontribusi ANTARA Biro Bali dalam mendukung lansia yang sehat, aktif, produktif dan menjadi lebih semangat.
“Literasi ini menambah daya tahan lansia dan mendorong kualitas hidup lansia lebih baik,” ucapnya.
Di sisi lain, sejumlah lansia juga menyambut baik edukasi tersebut yang menambah pemahaman dan kemampuan mencegah paparan hoaks, bahkan membagikan literasi itu kembali kepada keluarga dan komunitas terdekat.
“Kegiatan ini membantu kami menanggapi hoaks yang kini menjadi momok. Kami bisa ketuk tular kepada anak cucu agar informasi tidak ditelan mentah-mentah,” ucap salah satu peserta lansia, Widowati Sugandi.
Lansia lainnya, Pramono juga menyambut baik inisiatif tersebut karena dapat menambah kapasitas mereka menangkal hoaks dan menjadi lansia lebih produktif.
“Ini menambah pengetahuan kami dalam mengisi masa tua,” ucap lansia berusia 74 tahun itu.
Baca juga: ANTARA bekali mahasiswa di Bali teknik jurnalistik
Baca juga: ANTARA Bali perkuat kerja sama Pemkot Denpasar
Baca juga: ANTARA pastikan hadir bantu sebarkan manfaat KEK Kura Kura Bali
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































