Anggota Komisi VII DPR RI usulkan Kemenpar promosi wisata lewat film

2 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata agar promosi destinasi wisata Indonesia dilakukan melalui kolaborasi yang lebih kuat dengan industri perfilman komersial.

“Tentunya kita perlu adanya promosi pariwisata yang melakukan kolaborasi dengan industri perfilman komersil. Kalau kita melihat berbagai film banyak berlatar pemandangan alam yang indah dari suatu negara, ini harus kita optimalkan, bisa memanfaatkan daerah-daerah.” kata dia pada rapat Komisi VII DPR RI dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, di Jakarta, yang disiarkan di TVR Parlemen, Rabu.

Siti menilai banyak film yang memanfaatkan keindahan alam sebagai latar cerita. Menurutnya, hal ini perlu dioptimalkan kembali dengan melibatkan daerah-daerah di Indonesia agar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi perfilman.

Kolaborasi tersebut dinilai tidak hanya berfungsi untuk mengenalkan destinasi wisata, tetapi juga memberikan penguatan bagi daerah agar terdorong membangun wilayahnya seindah mungkin karena memiliki potensi tersosialisasi secara nasional, bahkan internasional.

Baca juga: Kemenpar: Izin syuting film di destinasi wisata libatkan banyak pihak

Kerja sama dengan industri perfilman, menurut Siti, juga menjadi salah satu promosi yang cukup ampuh dalam mendongkrak pariwisata daerah yang dijadikan set syuting pengambilan gambar film.

“Ini dapat mengenalkan destinasi wisata, juga bisa menjadi (motivasi) penguatan untuk daerah agar mereka membangun daerahnya seindah mungkin. Mereka juga akan merasa tersosialisasikan baik secara nasional, syukur-syukur bisa internasional.” ujar Siti.

Siti berharap ke depan terdapat kolaborasi yang lebih matang antara Kementerian Pariwisata dan industri perfilman. Ia menyebut pembahasan mengenai perfilman saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengintegrasikan kerja sama tersebut.

Selain kolaborasi dengan perfilman, ia juga menyoroti pentingnya integrasi dan koordinasi pariwisata dengan lembaga-lembaga pengelola pariwisata lainnya, termasuk yang berada di bawah BUMN.

Ia menekankan bahwa sektor pariwisata di bawah BUMN juga harus terkoordinasi oleh Kementerian Pariwisata agar pengelolaannya terkontrol sesuai undang-undang.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran integrasi transportasi terhadap pariwisata, seperti KAI, terutama di daerah yang belum memiliki bandara aktif.

Terakhir, ia menekankan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, khususnya peningkatan kualitas pemandu wisata melalui kemampuan storytelling alias menyampaikan cerita.

Ia mencontohkan Jepang yang mampu menarik wisatawan melalui kekuatan cerita, dan menilai Indonesia dapat meniru praktik positif tersebut dengan melibatkan SDM yang dimiliki.

Baca juga: Indonesia dikenalkan jadi destinasi eduwisata ke wisatawan Australia

Baca juga: Kemenpar minta daerah 3B memetakan destinasi buat dibantu promosi

Baca juga: Kemenpar promosikan destinasi 3B ke empat benua melalui famtrip

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |