Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis yang tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengungkapkan bahwa tugas pers memang sangat berat.
Sebagai seseorang yang pernah cukup lama bekerja di lingkungan media dan penyiaran, dia menjelaskan tayangan dan informasi yang diterima masyarakat lahir dari kerja banyak orang.
"Di balik setiap gambar yang sampai kepada publik, ada kru yang bekerja, menghadapi risiko, dan memiliki keluarga yang menunggu mereka pulang," kata Junico dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia mengharapkan operasi pencarian dapat berjalan lancar dan semua anggota rombongan jurnalis dapat segera ditemukan dengan keadaan selamat. Dia juga meminta pihak berwenang untuk terus memberikan informasi terbaru mengenai proses pencarian.
Untuk itu, Junico mendorong tim SAR gabungan dan pemerintah terus mengoptimalkan pencarian dengan memadukan seluruh informasi yang tersedia, mulai dari posisi terakhir, jejak komunikasi, kondisi arus dan cuaca hingga keterangan keluarga, rekan kerja, operator kapal, dan masyarakat di sekitar perairan Selat Sunda.
"Setiap petunjuk mengenai kemungkinan lokasi mereka, termasuk permintaan pencarian di sekitar Pulau Sertung, perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim SAR sesuai penilaian operasi," ucapnya.
Selain itu, dia juga meminta pemerintah untuk menunjuk satu penghubung resmi untuk mendampingi keluarga. Dia pun mengingatkan bahwa perkembangan pencarian, wilayah yang telah diperiksa, kendala operasi, dan rencana selanjutnya harus disampaikan kepada keluarga secara berkala dengan bahasa yang jelas dan penuh empati.
Dalam situasi seperti ini, Junico menyebut keluarga korban membutuhkan lebih dari sekadar pembaruan informasi. Mereka, kata dia, membutuhkan kepastian bahwa setiap petunjuk diperiksa, setiap kemungkinan ditelusuri, dan negara terus bekerja dengan sungguh-sungguh.
"Perusahaan media tempat para jurnalis bekerja juga perlu dilibatkan agar tanggung jawab terhadap pekerja dan keluarganya dapat dipenuhi secara utuh," ujarnya.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengoptimalkan operasi SAR dengan menerjunkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di area perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran-Pantai Carita-BPBD Banten-Helipad/JIExpo Kemayoran," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Kamis.
Dia menjelaskan helikopter tersebut membawa tujuh orang, dimana langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu serta Donal yang merupakan jurnalis freelance. Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam kapal cepat.
Baca juga: Basarnas optimalkan semua kekuatan temukan jurnalis hilang di Krakatau
Baca juga: Seskab: Presiden instruksikan KSAL terjunkan 11 kapal cari lima jurnalis
Baca juga: Helikopter dikerahkan bantu operasi SAR pencarian jurnalis yang hilang
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































