Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama meminta agar program Kampung Internet yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk terus diperluas dengan tetap memperhatikan aspek pemerataan, kualitas layanan, serta literasi digital masyarakat.
Menurut dia, program itu merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital nasional, khususnya dalam menjembatani kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
“Saya mengapresiasi inisiatif Kampung Internet yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di daerah,” kata Yudha di Jakarta, Senin.
Baca juga: Kemkomdigi bakal tambah 1.000 titik Kampung Internet pada 2026
Dia menilai bahwa pendekatan berbasis tiga pilar, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga, merupakan fondasi penting dalam memastikan pembangunan digital. Menurut dia, pembangunan digital tidak hanya bersifat infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan keamanan ruang digital.
Selain itu, menurut dia, kehadiran jaringan berbasis fiber optik di wilayah desa mampu meningkatkan kualitas konektivitas secara signifikan, sehingga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui platform digital serta mendorong efisiensi dalam aktivitas ekonomi lokal.
“Transformasi digital di desa harus dipastikan tidak berhenti pada akses semata, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, program Kampung Internet telah menunjukkan dampak positif yang nyata,” kata dia.
Dia juga mengapresiasi upaya Kementerian Komunikasi dan Digital dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pemberdayaan generasi muda, termasuk keterlibatan siswa SMK dalam pengelolaan jaringan melalui skema seperti Telcohub.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem digital di tingkat lokal sekaligus menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengelola infrastruktur teknologi.
Baca juga: Kemkomdigi bangun 1.282 titik Kampung Internet tahun 2025
Dia memastikan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mendukung dan mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur digital nasional agar sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, termasuk pencapaian penetrasi broadband dan peningkatan kualitas layanan internet di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah membangun 1.282 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband) sebagai bagian dari program Kampung Internet untuk pemerataan konektivitas hingga ke desa.
"Dalam 2025 kemarin, kita berhasil membuat 1.282 titik akses (internet) di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up Alfreno Kautsar Ramadhan dalam jumpa pers di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (21/4).
Alfreno menjelaskan, program Kampung Internet difokuskan untuk menghadirkan jaringan internet di desa guna mendukung aktivitas rumah tangga; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta fasilitas umum.
Baca juga: Kemkomdigi sebut Kampung Internet dorong pertumbuhan ekonomi desa
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































