Anggota DPR: Kenaikan dana riset perkuat ketahanan kesehatan

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengatakan kenaikan anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun diharapkan dapat memberikan dampak pada penguatan ketahanan kesehatan nasional.

"Kenaikan anggaran riset adalah langkah positif. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana dana Rp12 triliun ini juga turut berdampak bagi penguatan sistem kesehatan nasional dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Arzeti di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peningkatan anggaran riset itu merupakan momentum strategis untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari beban penyakit menular dan tidak menular, ketimpangan layanan kesehatan antarwilayah, hingga ketergantungan pada produk dan teknologi kesehatan impor.

Ia juga menilai bahwa tanpa arah kebijakan yang jelas dan fokus pada kebutuhan riil sektor kesehatan, peningkatan anggaran riset berisiko tidak optimal dalam memperkuat ketahanan nasional.

Ia menyoroti beberapa prioritas yang perlu mendapat perhatian. Pertama, penguatan riset dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Menurutnya, riset harus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan spesialis, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca juga: Di hadapan para rektor, Prabowo tambah dana riset total jadi Rp12 T

Kedua, penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional. Arzeti mendorong sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri kesehatan, dan mitra global untuk mempercepat inovasi, alih teknologi serta kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan nasional.

Ketiga, pengembangan riset berbasis potensi lokal. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan sumber daya herbal yang sangat besar. Dengan demikian, riset ilmiah berbasis bukti terhadap obat tradisional dan bahan alam perlu diperkuat agar dapat berkontribusi pada sistem kesehatan dan ekonomi nasional.

“Keempat, riset terapan untuk ketahanan kesehatan nasional harus menjadi fokus, termasuk riset penyakit endemik, peningkatan kapasitas laboratorium, sistem informasi kesehatan, serta kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kedaruratan kesehatan,” kata dia.

Arzeti juga menegaskan bahwa ketahanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kedaulatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemampuan bangsa dalam merespons tantangan global seperti pandemi, perubahan demografi, dan pergeseran pola penyakit.

“Dengan tambahan anggaran riset ini, pemerintah punya kesempatan besar untuk menjadikan riset kesehatan sebagai fondasi pembangunan nasional. Jangan sampai anggaran meningkat, tetapi ketahanan kesehatan kita tetap rapuh,” kata Arzeti.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |