Amran: Satgas Pangan siap tindak pelanggaran HET jelang akhir tahun

1 month ago 37

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bada Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan Satgas Pangan siap menindak pelaku usaha yang menjual pangan di atas harga eceran tertinggi (HET) menjelang akhir tahun, seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.

“Saya sampaikan kepada semua, jangan melanggar HET. Bukan lagi imbauan, masa imbauan sudah selesai. Melanggar HET, kita tindak. Satgas Pangan langsung turun menindak,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru 2025/2026 di Jakarta, Kamis.

Amran mengatakan, pemerintah bersama seluruh asosiasi di sektor pangan telah sepakat untuk menjaga penjualan komoditas tetap sesuai HET menjelang periode libur akhir tahun. Selain itu pemerintah dan asosiasi juga sepakat menjaga harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menciptakan keseimbangan bagi seluruh pihak, sehingga petani memperoleh harga yang layak, pedagang tetap mendapatkan keuntungan, dan konsumen dapat membeli pangan dengan harga yang wajar.

Baca juga: Mentan siapkan cadangan beras 120 ribu ton untuk bantuan bencana

Terkait ketersediaan, pemerintah memastikan pasokan pangan dalam kondisi aman. Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, ayam, telur, dan daging tersedia lebih dari cukup, berdasarkan laporan asosiasi.

Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga hingga ke tingkat desa. Pengawasan diperkuat menjelang libur akhir tahun untuk mencegah potensi lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Tim ini sampai tingkat desa. (Sebelumnya) kita kan sudah kasih imbauan, persuasif, pendekatan macam-macam. Tapi (sekarang) kalau ada mencoba di atas HET, itu langsung ditindak,” tegas Amran.

Sementara itu, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengungkapkan bahwa harga pangan yang masih terpantau berada di atas HET terjadi secara terbatas di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, Maluku, dan Maluku Utara, dengan selisih harga sekitar 10 persen.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |