Mataram (ANTARA) - Peneliti biologi makroalga dari Universitas Mataram Mursal Ghazali mengungkapkan alih fungsi lahan pesisir turut berpengaruh terhadap produktivitas rumput laut dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Dari beberapa hasil riset yang kami lakukan ada potensi terjadi penurunan produksi yang disebabkan salah satunya karena alih fungsi lahan di daerah pesisir," katanya di Mataram, Selasa.
Baca juga: NTB dorong Teluk Ekas jadi sentra budi daya rumput laut berkelanjutan
Mursal menjelaskan perubahan tata guna lahan di kawasan pesisir telah memicu erosi yang meningkatkan kekeruhan air laut dan memaksa petani memindahkan tempat budi daya rumput laut ke perairan yang lebih jernih.
Menurutnya, degradasi lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut akibat sedimen dan polutan yang terbawa erosi masuk ke ekosistem laut.
"Erosi menyebabkan tingkat kekeruhan di laut semakin meningkat. Sebagian besar masyarakat lantas memindahkan lokasi budi daya rumput laut," ujar Mursal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan salah satu daerah yang mengalami perubahan drastis ada di Gumantar, Lombok Utara. Pada masa lalu, kejernihan air laut memungkinkan masyarakat melihat langsung dasar perairan.
Bahkan, saat air laut surut, masyarakat bisa duduk di atas pasir yang menjadi lokasi budi daya rumput laut.
"Sekarang daerah itu sudah terjadi peralihan budi daya, karena alih fungsi lahan," ucap Mursal.
Nusa Tenggara Barat merupakan daerah penghasil rumput laut terbesar kelima di Indonesia. Pada 2024, jumlah produksi rumput laut NTB tercatat sebanyak 704.810 ton.
Baca juga: BRIN mendukung NTB kembangkan hilirisasi industri rumput laut
Baca juga: NTB ekspor rumput laut ke Vietnam
Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menyebut kontributor terbesar rumput laut di NTB adalah Kabupaten Sumbawa, Bima, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Tengah.
Kepala Balai Laboratorium Penguji dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan dan Kelautan Mataram Baiq Yuliani Hidayat menyatakan pihaknya belum melakukan riset terkait korelasi alih fungsi lahan dengan penurunan produksi rumput laut di NTB.
Ia mengakui secara fakta di lapangan apa yang disampaikan Mursal Ghazali tentang alih fungsi lahan pesisir terbukti benar.
"Di daerah Gumantar sampai Buwun Mas, kemudian di daerah Sumbawa itu memang terjadi alih fungsi lahan pertanian yang sangat masif," ujarnya.
Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































