Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, keselamatan penerbangan menjadi prioritas menyusul terdampaknya wilayah Jabodetabek dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Maskapai tentunya harus benar-benar menaati standar operasional prosedur (SOP), prosedur tetap (protap) yang menjunjung tinggi faktor keselamatan, safety first, itu adalah prinsip yang tidak boleh ditawar, begitu pula pengelola bandara," kata AHY di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu.
AHY mengatakan, pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait untuk merespons perkembangan situasi tersebut.
"Hari ini saya berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Perhubungan, dengan Kepala BMKG, kemudian tentunya berbagai stakeholders lain yang terkait dengan situasi terkini," ujar AHY.
Menurut AHY, erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan debu atau abu vulkanik yang menyebar hingga DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam sektor penerbangan karena abu vulkanik memiliki potensi membahayakan penerbangan.
Penutupan bandara, kata AHY, didasarkan pada Notice to Airmen/Notice to Air Missions (NOTAM) yang dikirim oleh AirNav Indonesia. Informasi tersebut kemudian disandingkan dengan pemantauan yang dilakukan BMKG.
"Itu mengapa per hari ini ada sejumlah bandara utama yang harus ditutup," ucap AHY.
AHY menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik telah menyebar dari kawasan Gunung Anak Krakatau menuju arah timur laut.
Sejumlah bandara yang disebut terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Pondok Cabe Jakarta, Taufiq Kiemas, dan Budiarto Curug Tangerang.
Adapun Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dudy mengatakan pemantauan dilakukan melalui sejumlah layar monitor yang menampilkan kondisi terkini penyebaran abu vulkanik serta dampaknya terhadap aktivitas penerbangan di berbagai bandara.
"Sebagaimana teman-teman ikuti. Ini ada layar beberapa layar monitor yang kita gunakan untuk memantau situasi berkaitan dengan dampak dari pada letusan Gunung Anak Krakatau khususnya yang berkaitan dengan penerbangan," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































