Ada 8 ribu pemagang mundur, Kemnaker perketat seleksi magang 2026

4 hours ago 6
Kalau mereka mundur, ya sudah kita cut dan tentunya dia tidak akan mendapatkan hak-haknya sebagai peserta magang

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperketat proses seleksi Program Magang Nasional pada gelombang (batch) berikutnya, menyusul tingginya angka pengunduran diri peserta yang mencapai 8.327 orang dari total pemagang yang telah diterima.

Selain itu, dari total 102.696 peserta yang telah ditetapkan dalam program batch I hingga III, sebanyak 4.238 pemagang tercatat tidak aktif, sedangkan jumlah peserta magang yang masih aktif mencapai 90.131 orang.

“Pada intinya adalah kami mengatakan next batch itu penyaringannya lebih ketat, dengan kita antara lain komunikasi nanti yang lebih intens dengan Kemdiktisaintek untuk tentunya menyampaikan kepada kampus-kampus melalui Career Development Center (CDC),” kata Kepala Badan Perencanaan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi di Jakarta, Jumat.

Anwar menjelaskan, pihaknya telah mengkaji berbagai alasan pengunduran diri peserta magang. Sebagian peserta mundur karena telah diterima bekerja, terutama pada pekerjaan tetap, yang dinilai sebagai hal positif.

Namun, ada pula pemagang yang mundur karena pekerjaan magang dinilai kurang menarik atau tidak sesuai dengan minat mereka.

“Kalau mereka mundur, ya sudah kita cut dan tentunya dia tidak akan mendapatkan hak-haknya sebagai peserta magang,” kata dia.

Terkait pelaksanaan program magang batch IV tahun ini, Anwar mengatakan bahwa Kemnaker masih menunggu arahan Presiden lebih lanjut, meski sudah ada sinyal bahwa program tersebut akan dilanjutkan.

Jika program kembali dilaksanakan pada tahun ini, imbuh dia, Kemnaker akan menyiapkan skema yang lebih baik dan lebih rapi agar memberikan dampak lebih besar, terutama dalam meningkatkan peluang kerja (employability) bagi para peserta.

Ia juga mengisyaratkan, kuota peserta pada batch berikutnya berpotensi bertambah dari target tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100 ribu orang.

Secara keseluruhan, Kemnaker akan melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan program magang, tidak hanya proses seleksi, melainkan juga penyebaran lokasi magang agar tidak terpusat di Jakarta serta melibatkan lebih banyak institusi.

Penyelenggara program magang, baik perusahaan maupun institusi, juga diminta menyampaikan proposal yang lebih detail mengenai kebutuhan pemagangan sehingga pekerjaan yang diberikan kepada peserta dapat terdefinisi secara rinci.

Selain itu, keberadaan mentor dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan magang berjalan dengan baik. Namun, sistem pengawasan terhadap mentor juga akan diperkuat, misalnya melalui penunjukan supervisor dari pihak penyelenggara.

Kemnaker juga berencana membenahi kurikulum magang agar kompetensi yang diperoleh peserta dapat terukur. Program nantinya diarahkan agar terhubung dengan sertifikasi kompetensi sehingga peserta memperoleh pengakuan atas keahlian yang dimiliki setelah menyelesaikan program.

Anwar memandang, sertifikasi tersebut penting karena dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan karier, baik jika direkrut oleh tempat magangnya maupun saat mencari pekerjaan di tempat lain.

“Kami yakin magang ini akan mendapatkan animo yang semakin tinggi. Dan itu sudah terbukti. Banyak sekali instansi-instansi yang saat ini menyelenggarakan pemagangan bertanya kepada kami, ‘Akan ada lagi tidak? Boleh kami ikut?’ Termasuk juga perusahaan yang lain,” kata Anwar.

Baca juga: Menaker pastikan pelaksanaan Magang Nasional terus dievaluasi

Baca juga: Kadin Institute jalin kerja sama pemagangan dengan Jerman

Baca juga: Menaker: Magang Nasional buka peluang peserta direkrut jadi karyawan

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |