Aceh Besar percepat penanganan sawah terdampak kekeringan

1 hour ago 3

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus berupaya mengatasi kekeringan sawah milik petani akibat kemarau panjang yang melanda daerah itu dengan mengerahkan mesin pompa air dan sumur bor.

“Mesin pompa yang kita kerahkan tersebut merupakan salah satu bentuk pemerintah hadir untuk memberikan solusi dan antisipasi gagal panen," kata Plt Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar di Lambaro, Selasa.

Pihaknya bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan BPBD Aceh Besar telah mengerahkan sepuluh unit pompa air.

"Mesin pompa yang dikerahkan tersebut pinjam pakai kepada petani. Selain milik BWS dan BPBD Aceh Besar ada juga mesin pompa bantuan yang digunakan petani guna memenuhi ketersediaan air sebagai antisipasi gagal panen," katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga akan menyiapkan sumur bor untuk daerah-daerah yang masuk dalam kategori kekeringan berat.

Imam menyebutkan penanganan yang telah dilakukan saat ini telah menjangkau sekitar 390 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

"Fokus penanganan mencakup lahan dalam fase primordial maupun masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan distribusi air. Ini sebagai komitmen nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan, jumlah sawah terdampak kemarau panjang di Aceh Besar telah mencapai 2.156 hektare.

Ia menambahkan, BWS akan mengerahkan satu unit mesin pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan air sawah terdampak bencana kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berikhtiar untuk tetap hadir dan memberikan penanganan semaksimal mungkin bagi para petani yang membutuhkan sehingga tanaman padi terhindar dari gagal panen.

Baca juga: Dinas PUPR Aceh Besar gilir distribusi air cegah gagal panen padi

Baca juga: Akademisi: Aceh perlu perbaikan karst agar kekeringan tak berulang

Baca juga: 800 hektare sawah di Aceh Besar kekeringan

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |