6 tanda tubuh kekurangan cairan saat cuaca panas

2 weeks ago 5

Jakarta (ANTARA) - Rasa haus yang muncul saat cuaca panas merupakan salah satu tanda tubuh membutuhkan cairan. Jika disertai mulut kering, urine berwarna gelap, pusing, atau tubuh terasa lemas, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai tanda kekurangan cairan.

Tubuh kehilangan cairan melalui urine, keringat, pernapasan, dan aktivitas sehari-hari. Saat suhu lingkungan meningkat atau seseorang melakukan aktivitas fisik, kehilangan cairan melalui keringat juga dapat bertambah sehingga kebutuhan untuk menggantinya menjadi lebih penting.

Kekurangan cairan atau dehidrasi terjadi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan yang masuk. Kondisi ini dapat menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani, terutama saat seseorang berada di lingkungan yang panas dalam waktu lama.

Berikut sejumlah tanda tubuh mulai kekurangan cairan yang perlu diperhatikan:

1. Sering merasa haus

Rasa haus merupakan salah satu sinyal alami tubuh ketika membutuhkan tambahan cairan. Rasa haus dapat menjadi semakin kuat ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat berkeringat atau melakukan aktivitas fisik di tempat panas.

Karena itu, jangan menunggu sampai rasa haus menjadi sangat kuat untuk mulai minum, terutama ketika sedang berada di luar ruangan dalam cuaca panas.

2. Mulut dan bibir terasa kering

Mulut kering juga dapat menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan. Produksi air liur dapat berkurang sehingga mulut terasa lengket dan bibir menjadi lebih kering.

Jika kondisi tersebut muncul bersamaan dengan rasa haus dan tubuh terasa lelah, asupan cairan perlu segera diperhatikan.

Baca juga: Kurang atau berlebihan, gangguan cairan tubuh bisa berdampak serius

3. Urine berwarna lebih gelap

Perubahan warna urine dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperhatikan kondisi hidrasi tubuh. Urine yang berwarna kuning tua atau lebih gelap dapat menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Sebaliknya, warna urine yang lebih terang umumnya menunjukkan kondisi hidrasi yang lebih baik, meskipun warna urine juga dapat dipengaruhi oleh makanan, obat-obatan, dan kondisi kesehatan tertentu.

4. Tubuh terasa lemas dan mudah lelah

Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemah dan kurang bertenaga. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang berada di bawah terik matahari atau melakukan aktivitas fisik.

Rasa lelah yang disertai pusing, sakit kepala, dan haus berlebihan perlu menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan kehilangan cairan akibat panas.

5. Pusing atau sakit kepala

Pusing dan sakit kepala dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, terutama setelah banyak berkeringat.

Jika gejala tersebut muncul saat cuaca panas, segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, beristirahat, dan minum air secara bertahap.

Baca juga: Rekomendasi IAKMI untuk menjaga kesehatan selama fenomena El Nino

6. Jantung berdebar dan napas lebih cepat

Kekurangan cairan yang semakin berat dapat menyebabkan perubahan pada kondisi tubuh, termasuk peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernapasan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dehidrasi sudah tidak boleh dianggap sepele.

Jika gejala semakin berat atau disertai penurunan kesadaran, diperlukan pertolongan medis segera.

Cara mencegah kekurangan cairan saat cuaca panas

Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, minumlah air secara teratur sepanjang hari, terutama ketika berada di tempat panas atau melakukan aktivitas yang membuat banyak berkeringat.

Selain itu, kenakan pakaian yang ringan dan longgar, kurangi aktivitas berat pada waktu terpanas, serta usahakan berada di tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk. Asupan cairan juga perlu lebih diperhatikan oleh lansia, anak-anak, pekerja luar ruangan, atlet, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu karena kelompok tersebut lebih rentan terhadap dampak panas.

Cuaca panas juga dapat meningkatkan risiko heat exhaustion hingga heatstroke. Karena itu, apabila seseorang mengalami pusing berat, lemas, mual, kebingungan, kulit terasa panas dan kering, kejang, atau kehilangan kesadaran, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Menjaga kecukupan cairan bukan berarti harus menunggu tubuh merasa sangat haus. Saat cuaca panas, kebiasaan minum secara teratur, mengurangi paparan panas, dan mengenali tanda awal kekurangan cairan dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius.

Baca juga: 7 manfaat natrium bagi tubuh, penting untuk saraf hingga jaga cairan

Baca juga: 10 tanda tubuh kekurangan air yang sering diabaikan

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |