586.074 anak telah menerima manfaat program MBG di Riau

3 months ago 14

Pekanbaru, (ANTARA) - Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru menyampaikan sebanyak 586.074 anak di 2.422 sekolah di Provinsi Riau telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala KPPG Pekanbaru, Syartiwidya, mengatakan, dari 251 dapur SPPG yang telah dibangun, baru 180 yang sudah beroperasi penuh, sedangkan 71 masih menunggu penerbitan virtual account (VA) sebelum dapat beroperasi.

"Sejatinya untuk Provinsi Riau ditargetkan akan ada 667 SPPG," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Untuk jumlah penerima manfaat MBG di Riau sendiri telah mencapai 586.074 orang, tersebar di 2.422 sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Selain itu, lanjutnya, program ini juga telah menggerakkan perekonomian di daerah, karena perputaran uang melalui program ini juga cukup besar. Estimasinya jika satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat, maka setiap dapur dapat menerima dana sekitar Rp450 juta per dua pekan.

Baca juga: Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG

Jumlah itu mencakup biaya bahan makanan, operasional, dan sewa tempat.
Dengan demikian, potensi perputaran dana MBG di Riau bisa mencapai Rp81 miliar setiap dua pekan.

Program in, tambahnya, juga memberikan dampak besar terhadap pemberdayaan usaha mikro kecil menengah lokal. Setiap dapur diperbolehkan bekerja sama dengan 10 hingga 15 pemasok dari kalangan UMKM sekitar.

“Bahan pangan seperti sayur, ikan, dan kebutuhan lainnya diutamakan berasal dari wilayah setempat untuk memastikan perputaran ekonomi lokal tetap hidup. Kami arahkan sebisa mungkin menggunakan penyedia yang dekat dari dapurnya, agar uang beredar di masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kendati demikian, diakuinya pelaksanaan MBG di Riau tidak terlepas dari tantangan. Salah satu kendala utama terdapat di daerah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Meranti yang kerap menghadapi gangguan rantai pasok bahan baku akibat faktor geografis dan transportasi.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Badan Gizi Nasional membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di tiap kabupaten/kota guna memastikan keberlangsungan operasional dapur,” ungkapnya.

Baca juga: BGN minta SPPG jaga tata kelola Program MBG
Baca juga: Program MBG dongkrak kehadiran siswa berkebutuhan khusus Kota Serang

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |