39 siswa SMA Muhammadiyah Salareh Aia Agam belajar di tenda darurat

1 month ago 16

Lubuk Basung (ANTARA) - Sebanyak 39 siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat dampak bencana alam di daerah itu.

Kepala SMA Muhammadiyah Salareh Aia Puspa Nelfirah di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan ke 39 siswa dan siswi belajar di tenda darurat yang dibangun di Kayu Pasak, Nagari Salerah Aia, Kecamatan Palembayan.

"Lokasi tenda darurat tempat proses belajar mengajar kondisi aman, karena jauh dari sungai," katanya.

Ia menambahkan proses belajar mengajar dialasi terpal dan tidak ada alat belajar satu pun.

Rencananya melakukan proses belajar mengajar untuk siswa 10, 11 dan 12 pada Rabu (8/1). Dengan keterbatasan itu, proses belajar mengajar tidak maksimal dan tergantung kondisi yang ada.

"Dua hari sebelum, proses belajar mengajar untuk membersihkan informasi penting kepada siswa," katanya.

Baca juga: BNPB: Pencarian dilanjutkan sampai evaluasi tanggap darurat 8 Januari

Ia mengakui proses belajar mengajar di tenda dilakukan setelah bangun sekolah bertingkat dua hancur dan tidak tersisa satupun disapu banjir bandang, Kamis (27/11).

Termasuk mobiler dan peralatan lainnya yang hanyut banjir bandang tersebut.

"Enam ruangan belajar habis semuanya sehingga yang tersisa pondasi bangunan. Kami berharap bantuan untuk pembangunan sekolah di tanah wakaf dari masyarakat seluas dua hektare tidak jauh dari tenda darurat," katanya.

Sementara Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menambahkan proses belajar mengajar bagi siswa yang sekolahnya rusak diadakan di tenda darurat, digabung ke sekolah terdekat dan lainnya.

Setidaknya ada 58 unit sekolah yang proses belajar mengajar terganggu dampak bencana banjir bandang, banjir dan tanah longsor.

"Paling banyak proses belajar mengajar digabung dengan sekolah terdekat. Apabila tidak ada sekolah terdekat atau seluruh bangunan habis, maka proses belajar mengajar diadakan di tenda darurat," katanya.

Ia menambahkan sekolah yang rusak telah didata dan diusulkan untuk pembangunan ke pemerintah pusat.

Setelah itu bekerja dengan Baznas RI maupun lembaga lainnya untuk pembangunan ruang belajar, agar siswa belajar dengan nyaman dan aman.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembangunan ruang belajar bisa dilakukan agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik, nyaman dan aman," katanya.

Baca juga: Alat berat bantuan Polri dikerahkan intensif pulihkan wilayah bencana

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |