Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) perdana kepada 259 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal untuk tiga bulan ke depan, Rp1,8 juta per KK, terhitung Januari, Februari, dan Maret 2026.
"Tercatat 259 KK telah menerima bantuan DTH perdana sebesar Rp600 ribu per bulan. Pada tahap ini, DTH disalurkan sekaligus untuk masa tiga bulan dengan nominal Rp1,8 juta per KK," kata Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan, korban banjir bandang penerima DTH berasal dari tiga kecamatan, yakni Banda Mulia, Kejuruan Muda, dan Bendahara. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dialokasikan untuk membantu masyarakat kehilangan rumah (hanyut) atau kategori rusak berat.
"Pemerintah sangat memahami bahwa kehilangan tempat tinggal merupakan beban yang sangat berat. Penyerahan DTH adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat menghadapi masa sulit ini bersama-sama," ujarnya.
Ia menjelaskan DTH stimulan untuk memenuhi kebutuhan hunian selama proses pemulihan berlangsung.
Baca juga: BNPB optimalkan DTH dan percepat pembangunan hunian jelang Ramadhan
Bantuan ini diharapkan dipergunakan sebagai penyambung kebutuhan tempat tinggal sementara proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (PRR) pasca-bencana.
Ia menginstruksikan para camat dan BPBD terus mendampingi warga dalam proses administrasi, terutama validasi data, agar seluruh bantuan tepat sasaran kepada warga membutuhkan.
"Saya berpesan pastikan proses verifikasi valid dan akurat. Jangan sampai ada hak masyarakat yang terlewatkan. Untuk rumah yang mengalami rusak berat, kita sedang mengupayakan langkah berikutnya, termasuk koordinasi bantuan stimulan hingga Rp60 juta untuk pembangunan kembali," katanya.
Ia menjelaskan penyaluran DTH fokus bagi masyarakat yang saat ini tidak berada di fasilitas hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), sebagai solusi cepat memenuhi kebutuhan sandang dan papan korban bencana.
"Ketiga kecamatan yang menjadi penerima tahap awal DTH, kita nilai paling responsif dan paling cepat dalam mengirimkan kelengkapan data administrasi serta hasil verifikasi warga terdampak," kata Armia Fahmi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan penerima DTH tiga kecamatan itu 270 KK, tetapi yang baru masuk datanya 259 KK, dan tersisa 11 KK.
"270 KK tersebut merupakan pengungsi dari Kecamatan Kejuruan Muda 150 KK, Bendahara 105 KK, dan Banda Mulia 15 KK. 11 KK lagi tetap terakomodir, mereka masih melakukan penyempurnaan administrasi yang belum lengkap," kata dia.
Pada pekan depan Pemkab Aceh Tamiang bakal mengusulkan kembali bantuan DTH tahap kedua dengan jumlah penerima 314 KK, difokuskan Kecamatan Tenggulun dan Tamiang Hulu.
Baca juga: BNPB salurkan dana tunggu hunian untuk korban banjir di Nagan Raya
Baca juga: BNPB salurkan dana tunggu hunian Rp600.000/KK korban banjir di Bireuen
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































