1.300 warga Aceh Utara terima layanan kesehatan darurat pascabencana

1 month ago 12

Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 1.300 warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara telah menerima layanan kesehatan darurat melalui Dinas Kesehatan Aceh serta Posko Health Emergency Operation Center (HEOC).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua HEOC, Ferdiyus, di Banda Aceh, Jumat, mengatakan, tim Emergency Medical Team (EMT) terpadu batch V telah memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 1.300 warga yang terdampak pada periode 4 hingga 7 Januari 2026.

"Dari laporan lapangan EMT, kami mencatat sekitar 1.300 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Tiga penyakit utama yang muncul pascabanjir adalah ISPA, penyakit kulit, dan diare," kata Ferdiyus.

Ia menyampaikan, pelayanan kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh di berbagai kecamatan yang terdampak parah seperti Baktiya, Tanah Jambo Aye, Langkahan, Seunuddon, Lapang, Samudera, Cot Girek, Sawang, hingga Babah Buloh.

"Layanan yang diberikan melalui posko kesehatan tetap di fasilitas pengungsian serta secara mobile menjangkau desa-desa terpencil yang akses jalannya terputus akibat genangan banjir," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sumut terima donasi bencana alam Rp4,7 miliar Pemkot Batam

Baca juga: Menag RI terima bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra

Berdasarkan laporan EMT yang diterima HEOC, lanjut dia, pola penyakit yang muncul tersebut ditemukan konsisten di hampir seluruh titik lokasi pelayanan.

"Tingginya angka ISPA dan penyakit kulit sangat terkait dengan kondisi lingkungan. Setelah banjir, kami menemukan banyak masalah seperti sanitasi yang buruk dan air bersih yang sangat terbatas," ujarnya.

Ia menuturkan, kondisi lingkungan pascabanjir diduga menjadi penyebab utama tingginya kasus penyakit tersebut.

Pemantauan lapangan, tambah dia, HEOC mengidentifikasi beberapa faktor risiko, seperti sanitasi lingkungan yang buruk, keterbatasan ketersediaan air bersih layak konsumsi, rusaknya fasilitas jamban, serta belum berfungsinya sistem pengelolaan sampah di sejumlah lokasi.

Selain memberikan pengobatan, tim EMT ikut melaksanakan pemantauan kualitas air bersih, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), skrining status gizi bagi balita dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, serta trauma healing bagi anak-anak melalui permainan edukatif seperti ular tangga bertema PHBS.

Kemudian kelompok rentan, termasuk balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, ini menjadi prioritas utama dalam pelayanan. Pemerintah Aceh melalui HEOC terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.

"Prioritas kami adalah kesehatan kelompok rentan dan pemulihan lingkungan. Edukasi PHBS dan penyediaan akses air bersih adalah kunci pencegahan wabah pascabencana," demikian Ferdiyus.

Baca juga: Polwan beri dukungan pemulihan trauma anak-anak terdampak bencana

Baca juga: Bakamla kerahkan personel-bantuan kemanusiaan bencana Pulau Siau

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |