Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 84 titik panas di Provinsi Riau, dengan yang terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan mencapai 44 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira menyampaikan selain Pelalawan, titik panas juga menyebar di Kabupaten Bengkalis (13), Inderagiri Hilir (9), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (8), dan Kepulauan Meranti (1). Titik panas tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB pada Selasa (3/2).
"Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Baca juga: BNPB: Aceh, Riau dan Kalteng dilanda karhutla meski masih musim hujan
Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 129 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian disusul Kepulauan Riau (19), Aceh (13), Kepulauan Bangka Belitung (9), Jambi (3), dan Sumatera Selatan (1).
Diketahui, setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026 beberapa titik api terpantau muncul di berbagai daerah.
Baca juga: BPBD Riau catat karhutla tahun ini capai 59,38 hektare
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten/kota telah terdampak karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meski di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Ghafur mengatakan penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis. Pasalnya, untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi minimal harus ada tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status serupa.
“Oleh karena itu kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat,” jelasnya.
Baca juga: BPBD Damkar Riau padamkan karhutla di tiga kabupaten
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































