Warga terdampak bencana Palembayan Agam terbantu air bersih dari TNI

1 week ago 15

Lubuk Basung (ANTARA) - Warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat merasa terbantu dengan program pendistribusian air bersih yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) semenjak daerah itu dilanda banjir bandang akhir November 2025.

Mereka cukup menyediakan ember dan tendon atau penampungan air di depan rumahnya yang bakal diisi oleh mobil reverse osmosis milik Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti (Denzipur 2/PS) Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Hal itu dipicu sumber Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di daerah mereka rusak dampak banjir bandang melanda daerah tersebut.

Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kami sangat terbantu sekali dengan pendistribusian air bersih oleh Denzipur 2/PS Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya kesulitan untuk mendapatkan air bersih, setelah jaringan Pamsimas terganggu akibat bencana.

Saat ini, katanya, pengurus Pamsimas telah memperbaiki sumber air yang rusak. Namun air mengalir ke rumahnya tidak normal, akibat kondisi rumah ketinggian.

Dengan kondisi itu, ia dan keluarganya yang lain mengambil air dan mandi ke Masjid Takwa Padang Ganting, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari atau Desa Salareh Aia dengan jarak sekitar 300 meter.

"Saya berharap TNI tetap mendistribusikan air bersih sampai kondisi Pamsimas normal, agar masyarakat di kecamatan itu terbantu," katanya.

Sementara Operator Mobil Air Bersih Reverse Osmosis Denzipur 2/PS Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Praka Rido Anggara menambahkan pendistribusian air bersih bagi korban terdampak bencana tersebar di Kecamatan Palembayan, karena mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kita mendistribusikan air bersih di Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur dan Tigo Koto Silungkang," katanya.

Ia menambahkan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit mobil reverse osmosis.

Setiap harinya sebanyak tiga tangki dengan kapasitas 3 ribu atau 9 ribu per hari.

Pendistribusian air tersebut dimulai pada 5 Desember 2025 dan program ini tetap berlanjut sesuai permintaan penyintas.

Baca juga: Lahan sawah rusak, petani di Palembayan Agam siap beralih ke jagung

Baca juga: Brimob Polda Sumbar kebut pembangunan huntara di Palembayan Agam

Baca juga: Ketika sawah mulai hijau kembali setelah bencana berlalu

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |