Osaka (ANTARA) - Aksi protes terhadap perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran telah berlangsung di Jepang selama sepekan, termasuk di Osaka pada Sabtu (7/3), menurut laporan koresponden RIA Novosti.
Puluhan demonstran berbaris di jalanan sambil memukul drum dan membawa spanduk yang mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran serta menyerukan dihentikannya perang.
Sejumlah spanduk bertuliskan antara lain "Kami mengutuk agresi AS dan Israel terhadap Iran", "Kami mengutuk pemboman Iran oleh imperialisme Amerika", dan "Tidak untuk perang!"
Beberapa spanduk juga mengkritik dukungan pemerintah Jepang terhadap kebijakan AS. Sebagian lainnya menampilkan gambar Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi disertai slogan yang menyerukan agar perang dihentikan.
Aksi-aksi protes dilaporkan berlangsung setiap hari di berbagai wilayah Jepang sejak akhir pekan lalu.
Baca juga: Trump: Iran sudah menyerah, tak lagi jadi "perundung" di Timur Tengah
Pada 28 Februari, AS-Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.
Iran merespons serangan itu dengan melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan "preemptif" tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian diketahui mereka menginginkan adanya perubahan kekuasaan di Iran.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi militer AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Survei: Mayoritas warga Eropa menentang serangan AS-Israel ke Iran
Baca juga: Warga New York gelar aksi unjuk rasa, kecam serangan AS terhadap Iran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































