Jakarta (ANTARA) - Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni berharap kemitraan kampus-kampus di Indonesia dengan kampus di Eropa mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tanah air.
"Upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan tinggi terus diperkuat melalui perluasan kerja sama internasional, termasuk dengan perguruan tinggi di Eropa yang membuka peluang pendidikan, riset, dan pengembangan karier bagi mahasiswa serta tenaga profesional Indonesia," kata Farouk Abdullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan pendidikan tinggi perlu memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang dalam lingkungan global.
Baca juga: Indonesia-Brunei perkuat sinergi kualitas SDM kesehatan di ASEAN
“Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan global,” kata Farouk.
Menurut dia, kemitraan internasional menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global.
Dalam konteks tersebut, Universitas Binawan menandatangani kerja sama dengan IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman.
Kerja sama dengan IMC Krems difokuskan pada penguatan sektor kesehatan, khususnya pengembangan tenaga kesehatan Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai standar internasional.
Program yang dijajaki mencakup penyetaraan kualifikasi perawat Indonesia untuk berkarier di Austria dan negara-negara Uni Eropa, penyusunan kurikulum bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, program magang, mobilitas akademik, serta riset kolaboratif.
Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen menyelenggarakan seminar dan forum akademik internasional untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat jejaring akademik lintas negara.
CEO IMC Krems, Dr Udo Brandle menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan SDM kesehatan. Ia mengatakan kolaborasi tersebut dapat menjadi fondasi bagi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Kami melihat peluang yang sangat baik untuk membangun kerja sama jangka panjang. Kolaborasi ini akan memperkuat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan global,” ujar Brandle.
Sementara itu, kerja sama dengan bbw Hochschule diarahkan pada pengembangan kolaborasi akademik lintas disiplin, mulai dari penjajakan program gelar ganda, pertukaran mahasiswa dan dosen, mobilitas akademik internasional, penelitian bersama, hingga berbagai kegiatan ilmiah yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Baca juga: UI dan Muhammadiyah kerja sama perkuat kualitas pendidikan dan SDM
Baca juga: SDM Indonesia dan Tantangan Sukses Program MBG
Presiden Interim bbw Hochschule Prof Dr Rene Brunotte menekankan bahwa kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan dunia.
“Kemitraan internasional memungkinkan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di kedua negara,” kata Brunotte.
Penguatan kemitraan antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi pendidikan di luar negeri dinilai menjadi salah satu jalur untuk memperluas transfer pengetahuan, meningkatkan kompetensi SDM, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompetitif.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































