Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai relawan memiliki peran strategis sebagai sumber informasi mengenai kondisi lapangan dalam penanganan bencana, terutama di wilayah yang terisolir.
Nezar mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital sejak awal menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dengan melibatkan relawan dan komunitas sebagai mitra pemerintah dalam situasi kebencanaan.
“Saya kira sangat penting masukannya buat pemerintah karena mereka (relawan) ada di lapangan, mereka masuk ke titik-titik yang mungkin belum terjangkau, belum juga diberitakan, media juga belum pernah ke sana, dan itu dilaporkan oleh teman-teman relawan,” kata Nezar di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat pada Kamis.
Menurutnya, laporan dari relawan membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan secara lebih cepat, valid, dan terpercaya. Informasi tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan solusi penanganan bencana yang lebih tepat sasaran.
“Jadi kita dapat informasi yang lebih valid dan lebih terpercaya untuk kondisi-kondisi di lapangan dan ini akan membuat pembuatan kebijakan yang ada di lembaga-lembaga pemerintah akan lebih tajam juga dalam membuat solusi-solusi,” ujar dia.
Ia menegaskan, pemerintah dan masyarakat merupakan kolaborasi ideal dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Baca juga: Wamenkomdigi: Jaringan telekomunikasi di Aceh telah pulih 99 persen
Nezar menjelaskan, pemerintah memiliki keunggulan dalam mengakses dan menggerakkan sumber daya yang dibutuhkan, sementara relawan berkontribusi melalui kehadiran langsung di lapangan dan informasi dari lokasi bencana.
“Jadi kita membuka tangan dan selalu menerima setiap bentuk kolaborasi-kolaborasi dengan komunitas, dan juga dengan relawan-relawan, terutama dalam penanganan-penanganan bencana. Saya kira tidak ada alasan untuk tidak berkolaborasi,” ujar Nezar.
Nezar mengatakan pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh telah mencapai hasil signifikan, dengan tingkat pemulihan mencapai 99 persen.
“Saat ini kita sudah memulihkan di seluruh daerah yang terdampak bencana di Aceh dan laporan dari lapangan menunjukkan bahwa uptime jaringan telekomunikasi yang ada saat ini sekitar 99 persen yang ada di Aceh,” kata Nezar.
Jaringan telekomunikasi di wilayah yang paling terdampak bencana menunjukkan pemulihan yang hampir merata. Nezar menyebutkan di Aceh Tamiang jaringan telah pulih sekitar 95 persen, Aceh Tengah mencapai 96 persen, sementara Gayo Lues telah mencatat pemulihan di atas 90 persen.
Menurutnya, kondisi jaringan telekomunikasi di Aceh terus membaik seiring dengan pulihnya pasokan listrik di wilayah terdampak.
Baca juga: Wamenkomdigi dorong Pemda dukung bangun infrastruktur digital daerah
Baca juga: Huntara untuk pengungsi Aceh Tamiang tertata rapi dan bersih
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































