Meulaboh (ANTARA) - Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh mengerahkan 100 orang mahasiswa dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) berdampak Tahun 2026 di ke lokasi bencana alam banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang di daerah ini.
“Program ini menjadi bukti nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat melalui penguatan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak,” kata Kepala LPPM UTU Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Yuliatul Muslimah di Meulaboh, Jumat.
Ia menyebutkan, PKM Berdampak Tahun 2026 merupakan program pengabdian mahasiswa yang difokuskan pada pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya daerah terdampak banjir.
Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana melalui pendekatan berbasis kebutuhan lokal.
Yuliatul Muslimah menjelaskan secara keseluruhan terdapat 8 kelompok yang dinyatakan lulus PKM Berdampak, dengan dua lokasi berada di Kabupaten Aceh Barat, yakni Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen.
Baca juga: Pertamina suplai air bersih untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang
PKM Berdampak tidak hanya menghadirkan solusi, tetapi juga menumbuhkan semangat meuseuraya dan gotong royong demi Aceh Barat yang lebih tangguh.
Setiap desa akan ditempatkan 50 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi dan lintas fakultas di lingkungan UTU, sehingga pendekatan yang dilakukan bersifat multidisipliner.
Di Desa Lawet, mahasiswa akan fokus pada isu kesehatan, penguatan konsep gampong tangguh, serta penyediaan air bersih. Sementara di Desa Jambak, kegiatan lebih diarahkan pada pemulihan lahan terdampak melalui Program Meuseuraya serta pendampingan psikososial melalui edukasi ibu dan anak.
Melalui PKM Berdampak ini, UTU Meulaboh Aceh Barat berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Baca juga: Menteri PU: Jembatan-jalan di wilayah tengah Aceh segera dipermanenkan
Program ini melibatkan sejumlah himpunan mahasiswa UTU Meulaboh yang akan berkolaborasi dengan masyarakat di Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat melalui penguatan kesehatan, air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UTU Meulaboh dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan bencana di Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika menjadi bukti peran strategis kampus dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UTU melalui PKM Berdampak ini. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kampus dalam membantu masyarakat korban bencana,” ujar Said Fadheil.
Baca juga: Mendagri minta pemda bentuk tim rapikan data warga terdampak bencana
Baca juga: Menteri: Pekerjaan PU di daerah bencana harus melibatkan masyarakat
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































