Wamenekraf: Waisak mampu gerakkan sektor ekonomi kreatif

4 hours ago 2
Ini bukan hanya ibadah saja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi

Magelang (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menilai kegiatan keagamaan Waisak di kawasan Candi Mendut dan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi sarana ibadah umat Buddha, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Menurut dia di Magelang, Sabtu, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari perhotelan, homestay, rumah makan, dan kedai kopi.

"Ini bukan hanya ibadah saja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Teman-teman yang datang ke sini tidak hanya mengunjungi candi, tetapi juga berbelanja ke kedai kopi, dan tentu membutuhkan tempat makan" katanya.

Ia mengaku sempat mengalami kesulitan mendapatkan penginapan saat perayaan Waisak tahun lalu karena tingginya jumlah kunjungan wisatawan dan umat yang datang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia bahkan telah memesan hotel sejak tahun sebelumnya.

Menurut dia, tingginya okupansi hotel saat Waisak merupakan tantangan yang justru menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk hadir dalam perayaan tersebut. Selain hotel, berbagai homestay di sekitar lokasi juga ikut terisi oleh para pengunjung.

"Kalau hotel penuh itu bisa dibilang happy problem. Artinya banyak orang datang. Sekarang juga sudah banyak homestay yang dibuka untuk melayani kebutuhan pengunjung," katanya.

Ia menuturkan, dampak ekonomi serupa juga terlihat pada berbagai kegiatan dan festival yang digelar di kawasan Yogyakarta, Solo, Semarang, maupun Magelang. Beragam acara tersebut tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus dijaga sehingga berbagai kegiatan keagamaan dan budaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kita harus hidup damai, bergotong royong, dan bekerja sama untuk menuju ke arah yang lebih baik," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |