Pemkab Mimika  dorang budi daya kepiting demi keberlanjutan ekspor

2 hours ago 3

Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah mendorong pengembangan budi daya kepiting bakau di wilayah itu guna menjaga keberlangsungan ekspor kepiting bakau yang saat ini memiliki permintaan cukup tinggi di beberapa negara.

Bupati Mimika Joahannes Rettob di Timika, Sabtu, mengatakan ekspor kepiting ke luar Mimika dan beberapa negara saat ini masih bergantung pada hasil tangkapan masyarakat.

"Kami Mimika ini tergantung dari hasil tangkapan. Kalau hasil tangkap tidak bisa menjamin keberlangsungan dan kesinambungan ekspor," ujarnya.

Sebagai daerah pengirim, ketersediaan komoditas penting ketika permintaan pengiriman keluar daerah semakin tinggi sehingga, solusi yang paling tepat guna memastikan ketersediaan komoditas perikanan terutama kepiting budi daya.

"Saat ini, kami sudah mendapatkan pesanan dari Cina, Malaysia, dan Singapura. Sehingga kita harus pastikan komoditas perikanan kita selalu ada sehingga proses budi daya harus segera kita lakukan," ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 660 kepiting bakau asal Maluku dikirim ke Singapura

Ia mengatakan pemkab setempat sebelumnya pernah mencoba melakukan budi daya kepiting bakau di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah, namun tidak dapat berjalan secara optimal.

"Tahun lalu kita sudah mulai di Kekwa tapi ternyata tidak berjalan maksimal, mungkin karena kurang pendampingan atau bagaimana? Kami akan mencari lagi pola baru agar proses budi daya berjalan secara maksimal," ujarnya.

Beberapa komoditas perikanan Mimika yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi meliputi kepiting bakau, udang, dan ikan.

Kantor Bea Cukai Mimika mencatat ekspor kepiting bakau (karaka) dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah ke Malaysia dan Singapura dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 16,9 ton.

Baca juga: Karantina Kalsel sertifikasi 1,7 juta kepiting bakau ekspor

Baca juga: Kepiting asal Merauke diekspor ke Singapura

Pewarta: Marselinus Nara
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |