Medan (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut bantuan armada atau alat berat serta personel dari Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara mempermudah pemulihan pasca-bencana yang terjadi di Provinsi Aceh.
"Ini tenaganya luar biasa, bantuannya sangat-sangat memudahkan, totalitas semua," ujarnya setelah mengunjungi personel dari Pemkot Medan saat meninjau lokasi dampak bencana di Aceh Tamiang, Ahad.
Ia mengatakan bantuan tersebut langkah cepat dan responsif dari Pemerintah Kota Medan dalam memulihkan lokasi dampak bencana di daerah itu.
Dia menjelaskan personel dan alat berat yang dikerahkan Pemerintah Kota Medan membantu menangani material banjir yang bergabung dengan pemangku kebijakan lainnya.
"Kekuatan armada yang dikirimkan Pemkot Medan dinilai sangat krusial dalam mempercepat normalisasi fasilitas publik," kata dia.
Baca juga: Terkait bencana di Sumatra, Wamendagri: Anggarannya sudah dialokasikan
Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota Medan yang turut terlibat dalam pemulihan pasca-bencana yang dialami Kabupaten Aceh Tamiang.
"Pak Wali Kota Medan kami mengucapkan terima kasih. Ini tenaganya luar biasa, bantuannya sangat-sangat memudahkan, totalitas semua," kata dia.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas sebelumnya melepas keberangkatan personel dan armada yang dimiliki Pemerintah Kota Medan untuk pemulihan di Aceh Tamiang.
Pemerintah Kota Medan mengerahkan mobil pemadam kebakaran yang terdiri atas unit PK 48 dan PK 49 jenis fire tru dan truk kapasitas 5.000 liter per armada.
Selain itu, satu motor grader, dua backhoe loader, empat dump truk, dan tiga trado.
"Pengerahan armada tersebut bentuk solidaritas pemerintah daerah setempat terhadap kondisi terjadi di Aceh Tamiang," ujar Rico Waas.
Baca juga: Wamendagri minta Praja IPDN pulihkan roda pemerintahan Aceh Tamiang
Baca juga: Wamendagri cek pemulihan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































