Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto melakukan pengecekan kesiapan layanan angkutan umum di kawasan bandara dan pelabuhan untuk memastikan pemenuhan standar pelayanan publik saat Lebaran yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
"Pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan transportasi selama periode Idul Fitri berjalan optimal. Kami mendorong penguatan koordinasi antarinstansi serta integrasi antarmoda transportasi guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik, serta meminimalkan potensi gangguan layanan," kata Purwadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Hal itu disampaikan Purwadi usai melakukan peninjauan pelayanan di Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (18/3).
Purwadi menegaskan bahwa penyelenggara layanan angkutan umum di kawasan bandara dan pelabuhan harus memastikan terpenuhinya standar pelayanan minimal, meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, serta ketepatan waktu.
Selain itu, profesionalisme petugas dalam memberikan pelayanan yang responsif, ramah, dan berintegritas juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan prima.
Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan terhadap implementasi reformasi birokrasi, khususnya pada sektor transportasi sebagai salah satu layanan publik strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Purwadi juga meninjau berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk layanan loket, angkutan massal, shuttle yang terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya.
Baca juga: Kemenhub perkuat kesiapan angkutan Lebaran moda laut di Makassar
Ia menekankan pentingnya integrasi antarmoda transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat yang efisien dan berkelanjutan. Integrasi layanan transportasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan yang efektif. Masyarakat harus dimudahkan dalam berpindah dari satu moda ke moda lainnya tanpa hambatan.
"Layanan angkutan umum di bandara dan pelabuhan merupakan wajah pelayanan publik yang pertama kali dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus benar-benar dijaga, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun kemudahan akses," ujarnya.
Saat peninjauan, hadir Wakil Menteri Perhubungan Suntana yang juga memastikan seluruh layanan transportasi berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan guna menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik.
"Kami memahami bahwa Idul Fitri merupakan momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang nyaman dan ramah, sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman dan menyenangkan," ujar Suntana.
Pada kesempatan itu, Wamen PANRB juga melakukan dialog dengan para pengguna jasa serta pengelola layanan untuk memperoleh masukan secara langsung sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini diharapkan kualitas penyelenggaraan layanan angkutan umum di bandara dan pelabuhan semakin meningkat, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang transparan, akuntabel.
"Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan agar pelayanan publik semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat," tutur Purwadi.
Baca juga: Kemenhub siapkan 841 kapal angkut 3,2 juta penumpang Lebaran 2026
Baca juga: IAS terjunkan 15.400 petugas pelayanan Lebaran di 35 bandara Indonesia
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

















































