Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa kehadiran Teaching Factory merupakan fondasi penting dalam menyiapkan lulusan SMK yang memiliki daya saing dan standar global.
"Teaching Factory adalah jembatan antara sekolah dan dunia nyata. Di sinilah peserta didik belajar bukan hanya teori, tetapi juga etos kerja, penyelesaian masalah, kolaborasi, dan inovasi,” ujar Wamen Fajar, dikutip di Jakarta, Senin.
Hal tersebut dia sampaikan saat meresmikan Teaching Factory di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Diketahui, Teaching Factory merupakan bagian dari penguatan ekosistem pendidikan vokasi berbasis praktik nyata dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Berikutnya, ia mengatakan bahwa penguatan Teaching Factory sejalan dengan kebijakan link and match yang terus didorong Kemendikdasmen untuk membangun etos kewirausahaan berorientasi global di satuan pendidikan vokasi.
Baca juga: Mendikdasmen luncurkan Permendikdasmen perkuat sekolah aman nyaman
Menurut Wamen Fajar, peningkatan kapasitas SMK dengan perspektif global diarahkan untuk memperkuat daya saing lulusan melalui penerapan standar kompetensi internasional, sertifikasi berorientasi global, kemitraan dengan industri multinasional, serta penguasaan teknologi dan bahasa asing.
“Penguatan SMK bukan hanya tentang bekerja ke luar negeri, tetapi tentang menghadirkan standar global di sekolah-sekolah kita. Teaching Factory seperti yang diresmikan hari ini adalah salah satu fondasi penting untuk membangun budaya mutu, produktivitas, dan kewirausahaan yang berkelas dunia,” kata dia.
Selanjutnya, Wamen Fajar mengapresiasi peran sekolah swasta, termasuk jaringan Muhammadiyah, yang dinilai konsisten berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Dia berharap Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Pandaan menjadi pusat pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang mendukung proses pendidikan sekaligus membuka peluang kewirausahaan dan kerja sama industri.
Kemendikdasmen, kata dia melanjutkan, berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan vokasi dan menengah melalui berbagai program prioritas, mulai dari revitalisasi sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, hingga perluasan kemitraan global.
Baca juga: Mendikdasmen apresiasi partisipasi dukung capaian Protas 2025
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































