Wali Kota Surabaya ajak warga teruskan semangat juang

3 months ago 24
...Saat ini waktunya kita bersatu padu meneruskan perjuangan kemerdekaan, bukan saling padu

Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak warga untuk meneruskan semangat juang di masa sekarang, salah satunya melawan stunting dan juga kemiskinan.

“Karena itu lah, saya selalu mengatakan, di zaman seperti ini, di zaman modern seperti ini maka peran wanita sangat lah penting dalam memberikan kemerdekaan di Kota Surabaya. Seperti kita melawan stunting, kemiskinan, maka peran wanita yang hari ini ada di dalam PKK, kader Posyandu, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) itu sangat dibutuhkan untuk merebut kemerdekaan Surabaya dari kemiskinan, stunting, kebodohan, dan putus sekolah,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dia mengemukakan hal itu saat memerankan tokoh Gubernur Suryo dalam gelaran Parade Surabaya Juang 2025 di Surabaya, Minggu.

Ia mengatakan teatrikal Parade Surabaya Juang 2025 ini menceritakan bahwa perjuangan seorang perempuan saat itu sangat luar biasa dan menunjukkan bahwa seorang perempuan juga bisa berjuang dalam merebut kemerdekaan.

Wali Kota Eri menyampaikan, teatrikal ini bukan sekadar pertunjukkan, akan tetapi juga sebagai pembelajaran bagi masyarakat untuk Surabaya lebih baik ke depannya.

Baca juga: Menggali nilai-nilai dari Parade Juang Hari Pahlawan di Surabaya

“Saat ini waktunya kita bersatu padu meneruskan perjuangan kemerdekaan, bukan saling padu (bertengkar) antara satu tetangga dengan lainnya, tapi bagaimana kota menjadi satu kekuatan besar melawan itu,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu berharap, seluruh masyarakat ikut berjuang di peringatan Hari Pahlawan.

"Semua elemen di Surabaya adalah pahlawan, kita berjuang dengan kemampuan kita masing-masing. Kita tunjukkan, bahwa Surabaya bisa merdeka sejati bukan untuk penguasanya, tapi untuk warga Kota Surabaya," katanya.

Perhelatan Parade Surabaya Juang 2025 berlangsung meriah dimana ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang rute parade, mulai dari Jalan Pahlawan, Jalan Tunjungan, hingga Jalan Gubernur Suryo depan Gedung Balai Pemuda.

Baca juga: Wali Kota kobarkan semangat pertempuran di Parade Surabaya Juang

Parade yang mengusung tema “Surabaya Epic” ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membawakan kisah perjuangan tokoh-tokoh pahlawan perempuan yang namanya jarang terekspose.

Tokoh pahlawan perempuan itu di antaranya ada Lukitaningsih, seorang pimpinan Laskar Putri yang berperan vital di dapur umum dalam perjuangan Surabaya tahun 1945. Selain itu, ada pula teatrikal yang menceritakan tokoh “Mbok Dar Mortir”, tokoh pahlawan perempuan yang turut berperan dalam pertempuran Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, dalam teatrikal ini tidak hanya menonjolkan sosok tokoh pejuang perempuan Lukitaningsih dan Mbok Dar.

Dalam kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga memunculkan tokoh Soegiarto, seorang bek Persebaya yang saat itu ikut bertempur dalam pertempuran 10 November 1945.

Baca juga: Polri: Peringatan Hari Juang 2025 dipusatkan di Surabaya

Hidayat menyampaikan, pada saat itu Soegiarto merupakan seorang pemain bola yang menjadi bek Persebaya. Ketika pertempuran pecah, Soegiarto bergabung bersama ke dalam barisan pejuang Arek-arek hingga akhir gugur dalam medan pertempuran.

“Beliau pemain bola dan saat itu tenaganya dibutuhkan akhirnya bergabung bersama pejuang, dan beliau gugur dalam mempertahankan kemerdekaan kita,” ujar Hidayat.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |