Medan (ANTARA) - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggandeng Bank Sumut guna mempercepat realisasi rumah bersubsidi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Program 3 Juta Rumah digagas Bapak Presiden Prabowo melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)," kata Wesly melalui Plt Asisten Administrasi Umum Rosion Julietta Hutauruk di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), Kamis.
Menurut dia, penyediaan rumah layak huni menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat.
Sebab, lanjut dia, rumah layak huni ini merupakan kebutuhan dasar yang sama pentingnya dengan pangan dan sandang.
"Tanpa tempat tinggal yang layak, kebutuhan manusia belum terpenuhi. Sesuai arahan bapak wali kota, kami melakukan percepatan dan sosialisasi aktif agar setiap ASN dan masyarakat di Pematangsiantar memiliki akses terhadap hunian yang terjangkau," ujar Rosion.
Ia juga mengatakan pemerintah kota akan memfasilitasi proses sosialisasi dan pendampingan kepemilikan rumah bekerja sama dengan Bank Sumut dan asosiasi pengembang perumahan.
Data Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kota Pematangsiantar, Sumut, menyebutkan sekitar 800 ASN belum memiliki rumah.
"Kami ingin memastikan bahwa ASN dan masyarakat mendapatkan solusi atas pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai kemampuan mereka," kata Rosion.
Pemimpin Cabang Koordinator Bank Sumut Pematangsiantar Subhan Pardosi mengapresiasi dukungan dan kepercayaan Pemkot Pematangsiantar menggandeng Bank Sumut sebagai mitra utama dalam pembiayaan program rumah subsidi.
"Kami melihat program ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga tanggung jawab sosial. Sebagai bank milik daerah, Bank Sumut berkomitmen mendukung pemerintah kota dalam meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah," kata Subhan.
Ia mengatakan Bank Sumut menargetkan dukungan pembiayaan terhadap 1.330 unit rumah subsidi di wilayah Kota Pematangsiantar.
Dari jumlah itu sekitar 600–700 unit telah terjual, sedangkan sisanya masih tersedia bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima FLPP.
Dengan harga rumah Rp166 juta, suku bunga lima persen, tenor 20 tahun, dan cicilan Rp1,05 juta per bulan, maka program tersebut salah satu opsi pembiayaan paling terjangkau di wilayah Sumut.
"Bahkan, calon pembeli cukup menyiapkan uang muka satu persen atau sekitar Rp1,6 juta untuk memiliki rumah layak huni ini," kata Subhan.
Bank Sumut juga memastikan setiap proses pembiayaan dijalankan dengan prinsip tata kelola dan mitigasi risiko yang kuat.
Pemohon rumah bersubsidi diwajibkan warga negara Indonesia yang belum memiliki rumah, usia 21-60 tahun, ada nomor induk kependudukan (NIK), nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan rekam jejak kredit yang sehat.
"Kami ingin program ini tepat sasaran, membantu mereka yang benar-benar memiliki komitmen menjaga kelancaran pembayaran. Ini bagian dari upaya kami menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Subhan.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































