Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan peningkatan budaya membaca sebagai bagian upaya penguatan literasi akan melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki daya saing.
Menurut dia, budaya membaca itu akan menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Budaya membaca anak bangsa harus terus dibangun agar generasi penerus memiliki kemampuan yang memadai menghadapi berbagai tantangan dalam setiap proses pembangunan," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat saat ini hanya 44,56 persen siswa yang memanfaatkan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat sepanjang tahun 2024.
Dilihat dari jenjang pendidikan, kunjungan siswa SD ke perpustakaan paling rendah, yakni hanya 37,31 persen, disusul oleh mahasiswa sebesar 41,59 persen. Sementara itu, siswa SMP dan SMA menunjukkan angka lebih tinggi, masing-masing 52,01 persen dan 55,32 persen.
Selaras dengan itu, menurut Rerie, survei dari GoodStats yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2025 terhadap 1.000 responden menyatakan bahwa hanya 20,7 persen masyarakat Indonesia rutin membaca setiap hari.
Sejumlah faktor utama penyebab rendahnya minat baca itu adalah kurangnya waktu, minimnya motivasi pribadi, dan tergantikannya buku oleh konten digital seperti video, media sosial, serta informasi cepat dari internet.
Menurut dia, sejumlah catatan tersebut harus benar-benar dicermati pihak-pihak terkait agar minat baca generasi penerus bangsa itu dapat konsisten ditumbuhkan.
Dia berpendapat bahwa sejumlah langkah dengan strategi yang tepat harus segera dilakukan agar berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya minat baca dapat diatasi.
Anggota Komisi X DPR RI itu berharap budaya membaca dapat ditumbuhkan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Maka dari itu, menurut dia, dia berharap partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat untuk mendukung upaya tersebut.
Menurut dia, ketersediaan dan kemudahan akses terhadap buku-buku yang berkualitas, variatif, relevan, dan menarik, sangat dibutuhkan. Selain itu, membangun budaya membaca melalui ketersediaan waktu khusus untuk membaca buku bagi peserta didik di sekolah merupakan hal yang penting.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































