Usai akuisisi, Meta putus akses dari sistem internal startup Manus

6 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Meta diketahui telah menghentikan berbagi data dengan perusahaan rintisan asal Tiongkok yakni Manus usai melakukan akuisisi sebesar 2 miliar dolar AS.

Diwartakan TechCrunch, Sabtu (13/6) waktu setempat, Meta telah memutus akses dari sistem internal untuk mencegah karyawan menggunakan perangkat startup Manus untuk proyek internal, hal ini sekaligus sebagai langkah konkret untuk mematuhi perintah divestasi yang dikeluarkan Beijing dua bulan yang lalu dengan alasan keamanan nasional.

Kemudian pada Mei, para pendiri Manus diketahui telah mengadakan diskusi tentang penggalangan dana 1 miliar dolar AS dari investor luar untuk kembali mengambil perusahaan tersebut dari Meta.

Langkah tersebut menyoroti bahwa pemerintah China berupaya mempertahankan kendali atas teknologi yang dianggap sensitif dan strategis.

Baca juga: Facebook dan Instagram kembali normal usai alami gangguan global

Meski Meta berusaha memutus hubungan dengan Manus usai akuisisi, perusahaan rintisan AI berbasis agen ini terus meluncurkan fitur-fitur baru termasuk integrasi dengan Similarweb dan Shopify.

Manus menarik perhatian luas dengan demonstrasi agen viral, memindahkan staf ke Singapura pada pertengahan tahun 2025 sebelum mengumumkan akuisisi senilai 2 miliar dolar AS oleh Meta pada bulan Desember.

Regulator Tiongkok mulai meneliti transaksi tersebut awal tahun ini, dengan alasan potensi pelanggaran kontrol ekspor teknologi dan aturan investasi asing.

Sementara itu, investor Manus termasuk perusahaan modal ventura yang berbasis di California, Benchmark, telah menerima hasil dari akuisisi tersebut, dan para pendukung dari Asia yakni Tencent, HSG, dan ZhenFund, telah mengindikasikan bahwa mereka akan bekerja sama dengan proses pembubaran.

Baca juga: Aplikasi "Edits" dari Meta bakal dilengkapi asisten AI & versi desktop

Baca juga: Peretas curi akun Instagram dengan manfaatkan celah chatbot AI Meta

Baca juga: Meta dikabarkan kembangkan liontin berbasis AI

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |