Unmul bersama BRIN-YKAN temukan 1.618 flora fauna langka di Kaltim

2 weeks ago 15
Beragam jenis satwa langka dan terancam punah ini berada di bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur. Bentang alam ini di luar kawasan konservasi

Samarinda (ANTARA) - Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam penelitian yang dilakukan, berhasil mengidentifikasi sebanyak 1.618 jenis flora dan fauna di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dari 1.618 spesies itu, 38 persen diantaranya merupakan mamalia terestrial, 47 persen jenis burung, 20 persen reptil, 70 persen amfibi. Ditemukan juga 88 jenis serangga dari taksa kupu-kupu dan kumbang sungut, serta 987 jenis tumbuhan hutan.

"Beragam jenis satwa langka dan terancam punah ini berada di bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur. Bentang alam ini di luar kawasan konservasi. Dari total luas 532.143 hektare, hanya 19 persen yang berstatus hutan lindung," ujar Rektor Unmul Prof. Abdunnur, di Samarinda, Rabu.

Sisanya berupa konsesi kehutanan, perkebunan, dan area kelola masyarakat. Meski demikian kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk menjadi habitat satwa langka yang hampir punah seperti orangutan.

Baca juga: Penelitian identifikasi beragam satwa langka di Wehea-Kelay Kaltim

Satwa langka tersebut mencakup Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), Lutung Kutai (Presbytis canicrus), Rangkong Gading (Rhinoplax vigil), Trenggiling (Manis javanica), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Bangau Storm (Ciconia stormi), Macan Dahan (Neofelis diardi), dan Kucing Merah (Catopuma badia).

Temuan ini menjadi angin segar di tengah maraknya informasi mengenai kerusakan dan degradasi hutan, karena temuan tersebut menumbuhkan optimisme untuk perbaikan kawasan hutan di Kalimantan.

Temuan ini juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan berbasis lanskap yang melibatkan multipihak dan multidisiplin dapat melindungi hutan dari ancaman degradasi.

"Penemuan sejumlah satwa langka ini merupakan bagian dari penelitian tematik biodiversitas yang dilakukan pada 2025 di Bentang Alam Wehea-Kelay," ujar Abdunnur

Sementara Peneliti Ahli Utama BRIN Tri Atmoko menyampaikan metode yang dilakukan dalam penelitian antara lain melalui pemantauan satwa liar dan tumbuhan, termasuk penggunaan teknologi kamera jebak dan perekam suara bioakustik.

Baca juga: YKAN-BRIN kerja sama teliti satwa langka di Kaltim

"Temuan terbaru ini menambah 275 jenis flora dan fauna, jika dibandingkan dengan penelitian serupa di tahun 2016 yang mencatat sebanyak 1.343 jenis flora fauna," kata Atmoko.

Sedangkan Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto menyampaikan inisiatif kolaborasi pengelolaan sumber daya alam di Bentang Alam Wehea-Kelay sudah dilakukan sejak tahun 2015.

Kawasan ini ditentukan mengikuti sebaran Orangutan Kalimantan, yaitu sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian kecil hulu Sungai Telen.

"Selain menjadi habitat satwa langka, Wehea-Kelay merupakan hulu penting bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 km daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur, memberikan jasa lingkungan seperti fungsi hidrologis dan udara bersih," kata Herlina.

Baca juga: BKSDA Kaltim kerahkan tim cari keberadaan orangutan di area tambang

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |