Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan permintaan dukungan kepada komunitas global terkait pencalonan Indonesia menjadi anggota badan Komite Antar Pemerintah Konvensi 2003 pada tahun 2025.
Ia menyampaikan permintaan tersebut dalam pidato Bahasa Indonesia pada Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di Kota Samarkand, Uzbekistan, pada Selasa.
“Indonesia sedang mempersiapkan pencalonannya sebagai anggota Komite Antar Pemerintah Konvensi 2003 pada tahun 2025 dan mengharapkan dukungan dari negara-negara untuk mewujudkan komitmen kami,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam "43rd Session of The General Conference" yang dikutip melalui kanal YouTube UNESCO.
Lebih lanjut ia mengatakan Indonesia juga meyakini bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian.
Baca juga: Mendikdasmen desak komunitas global pastikan pemulihan pendidikan Gaza
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya.
“Kami juga berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen menambahkan Pemerintah Indonesia berdiri bersama seluruh negara anggota untuk memperkuat UNESCO sebagai ruang kolaborasi global yang berlandaskan saling percaya, saling belajar, dan saling menghormati.
“Mari kita pastikan bahwa pendidikan menerangi, sains memberdayakan, kebudayaan menyatukan, dan informasi memberdayakan umat manusia,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Baca juga: Mendikdasmen bakal pidato dalam Bahasa Indonesia di forum UNESCO
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































