Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat masih menunggu kepastian jumlah yang disiapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait kuota penerima program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2026.
"Kuotanya kita belum dapat. Tapi, nantinya para pelamar dari negara berkembang tersebut akan diseleksi berdasarkan kemampuannya," kata Rektor UNAND Efa Yonnedi di Kota Padang, Senin.
UNAND bersama sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air dipercaya oleh Kemendiktisaintek sebagai pengelola beasiswa Kemitraan Negara Berkembang 2026. Beasiswa ini diberikan oleh Indonesia melalui kementerian terkait khususnya kepada calon mahasiswa dari negara-negara berkembang di dunia.
Eks Konsultan Bank Dunia itu mengatakan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi UNAND bersama perguruan tinggi lain sebagai institusi pendidikan penyelenggara beasiswa tersebut.
Syarat tersebut misalnya memiliki kantor urusan internasional, mempunyai asrama mahasiswa, memiliki pusat Bahasa Indonesia untuk penutur asing dan beberapa persyaratan lainnya.
"Pesertanya dari negara-negara berkembang untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Indonesia," kata Rektor UNAND.
Efa mengatakan seluruh biaya kuliah termasuk biaya hidup peserta program beasiswa akan ditanggung oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemendiktisaintek. Kemudian termasuk juga tiket pulang dan pergi dari negara tujuan ke Indonesia, asuransi hingga biaya persiapan untuk memulai program kuliah.
"Mereka pun akan mendapatkan pelatihan untuk belajar Bahasa Indonesia," ujarnya.
Kebijakan ini merupakan salah satu andil atau kontribusi Indonesia dalam membantu memajukan kualitas sumber daya manusia negara-negara berkembang di dunia. Selain itu, kebijakan strategis ini juga menjadi jembatan untuk terus memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara berkembang lainnya.
Selain UNAND beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Islam Bandung, Universitas Gunadarma, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Udayana, Universitas Islam Malang, Universitas Muslim Indonesia hingga Universitas Trisakti sudah membuka tahapan pendaftaran beasiswa Kemitraan Negara Berkembang.
"Sudah mulai ditawarkan ke negara-negara berkembang untuk mendaftar. Kandidat tentu akan memilih program-program studi yang ada di Universitas Penyelenggara," katanya
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































