UNAND fasilitasi asrama gratis bagi mahasiswa terdampak bencana

2 days ago 1

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND) memfasilitasi asrama gratis selama enam bulan bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor kategori berat.

"Pertama, untuk mahasiswa yang terdampak bencana kategori berat kita berikan fasilitas asrama di kampus selama enam bulan tanpa harus membayar," kata Rektor UNAND Efa Yonnedi di Kota Padang, Senin.

Rektor menyebutkan bencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir November 2025 turut berdampak terhadap sivitas akademika kampus itu. Setidaknya tercatat 623 mahasiswa dan 112 dosen yang terdampak langsung.

Sementara, untuk mahasiswa yang terdampak atau masuk kategori ringan dan sedang, pihak kampus memberikan voucer yang bisa ditukarkan untuk membeli peralatan kos seperti kasur, kipas angin, lemari, dan lain sebagainya.

Kemudian mahasiswa dan dosen yang membutuhkan perawatan medis bahkan darurat, UNAND menyiapkan layanan instalasi gawat darurat gratis yang dipusatkan di Rumah Sakit Universitas Andalas.

Baca juga: Anak-anak penyintas bencana ceria bermain di sekitar huntara Agam
Baca juga: Unand libatkan 400 mahasiswa mendata rumah rusak akibat bencana Sumbar

UNAND juga menjalin kerja sama dengan beberapa bengkel sepeda motor resmi untuk membantu memperbaiki sepeda motor mahasiswa dan dosen yang rusak akibat terendam banjir bandang. Bahkan, pihak bengkel menyiapkan layanan jemput bola bagi kendaraan yang sudah tidak berfungsi.

Tidak hanya itu, universitas juga memberikan dispensasi atau keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang ekonomi keluarganya terdampak langsung seperti kehilangan mata pencarian dan lain sebagainya.

"Sebagai contoh usaha orang tuanya berhenti atau rumahnya hilang. UNAND memberikan keringanan uang kuliah tunggal bahkan ada pembebasan UKT," kata eks Konsultan Bank Dunia itu.

Pemberian dispensasi pembayaran uang kuliah tersebut dibantu langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), bantuan langsung UNAND, hingga donasi dari para filantropi.

Efa mengatakan untuk memastikan bantuan dan dispensasi pembayaran UKT tepat sasaran, organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setiap fakultas juga dilibatkan. Selain mempercepat pendataan jumlah mahasiswa yang terdampak, langkah ini juga untuk menjamin transparansi kampus.

Baca juga: Menteri PU: Pemerintah prioritaskan pengerjaan sumur bor tempat ibadah
Baca juga: UNAND terapkan sistem ultrafiltrasi untuk pulihkan air bersih

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |