Lubuk Basung (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi, Sumatera Barat memberikan trauma healing bagi para siswa terdampak bencana alam di Sekolah Dasar Negeri 05, Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Bukittinggi Muhiddinur Kamal saat mengadakan trauma healing mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan ini dalam upaya membangkitkan kembali semangat dan kepercayaan diri para siswa pascabencana.
Kegiatan trauma healing diikuti sekitar 40 orang siswa itu berlangsung penuh keceriaan, diwarnai dengan permainan edukatif, ice breaking, hingga aktivitas ekspresif yang dirancang untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi dan membangun kembali rasa percaya dirinya.
"Trauma healing yang dilakukan di SDN 05 Kayu Pasak yang berjarak sekitar 36 kilometer dari ibu kota Agam Lubuk Basung diisi dengan kegiatan yang gembira bagaimana anak-anak secara perlahan melupakan bencana alam yang baru terjadi ini," katanya.
Kegiatan trauma healing tersebut, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan melalui permainan, tanya jawab reflektif, dan komunikasi penuh empati.
"Anak-anak memiliki cara unik dalam merespons trauma. Pendekatan yang dilakukan terhadap anak-anak pascabencana bertujuan untuk membangun rasa aman dan menumbuhkan kembali harapan mereka," katanya.
Baca juga: ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
Melalui kegiatan ini, kata dja, pihaknya ingin menanamkan bahwa mereka tidak sendiri, ada orang dewasa yang peduli dan siap mendampingi mereka kembali pulih.
"UIN Bukittinggi berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial. Kegiatan ini aman terus dilakukan kedepannya," ujarnya.
Kepala Sekolah SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam Novita Yuliarman menyambut baik dengan apa yang dilakukan oleh UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi.
"Meskipun sudah sering dilakukan kegiatan trauma healing pascabencana 27 November 2025 hingga saat ini. Namun siswa masih trauma dengan apa yang terjadi. Kegiatan seperti ini sangat besar manfaatnya," katanya.
Hingga saya ini para siswa yang berjumlah 97 orang ini masih belajar di tenda darurat karena rumah kelas dipakai untuk tempat pengungsian.
Pada kegiatan trauma healing itu UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi menurunkan enam orang dosen, 13 mahasiswa dan tujuh orang LP2M. Juga menyerahkan sejumlah sembako, pakaian, peralatan sekolah dan sejumlah permainan anak-anak.
Dari data terakhir hingga saat ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bencana alam di Kabupaten Agam menyebabkan 121 unit sekolah terdampak dengan rincian TK/PAUD sebanyak 30 unit, SD 66 unit, SMP 15 unit dan SMA 10 unit.
Baca juga: Huntara untuk pengungsi Aceh Tamiang tertata rapi dan bersih
Baca juga: Penyintas banjir Sumbar antusias segera tempati huntara Danantara
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































