Trump tunda serang energi Iran 5 hari usai dialog 'produktif'

5 hours ago 3

Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump, Senin, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan penundaan selama lima hari untuk semua serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.

Hal itu dilakukan oleh Trump dengan alasan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran selama dua hari terakhir.

"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Dia menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Penundaan itu bergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung, tambahnya.

Hal itu terjadi seiring dengan terus meningkatnya eskalasi regional sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Irak tidak akan bergabung dalam operasi di Selat Hormuz

Baca juga: AS pertimbangkan serbu Pulau Kharg di Iran, pasukan dikerahkan cepat

Baca juga: IEA: kerusakan aset energi Timteng ganggu rantai pasokan global

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |