Menjangkau Ibu Kota di masa lengang

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menjangkau Ibu Kota pada H+2 Lebaran dari kawasan penyangga, semisal Bogor, rasanya bukan ide buruk, terlebih bila ingin menikmati suasana kota yang lengang.

Terlebih, saat cuaca cerah. Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kurang lebih tepat. Cuaca Jakarta cerah berawan pada siang hingga sore tadi.

Perjalanan dari selatan Jakarta menggunakan bus Transjabodetabek rute P11 bisa menjadi pilihan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta boleh berbangga hati karena rute tersebut diminati, bahkan di masa libur Lebaran 2026 ini.

Data pada 2025 menunjukkan jumlah penumpang rute P11 per harinya (di luar hari libur) sekitar 5.554 orang dan 166.630 orang per bulan. Sementara total penumpang sepanjang tahun 2025 mencapai 1.166.411 orang.

Rute sepanjang 111,72 km yang melewati sekitar 13 titik pemberhentian dan halte itu bisa ditempuh sekitar 1,5 jam dalam kondisi arus lalu lintas lancar.

Pukul 10.30 WIB titik pemberangkatan pertama rute, yakni di Botani Square, Bogor, sudah dipadati calon penumpang yang mengantre untuk memasuki bus.

Pramusapa yang berjaga, kala itu, Luky, mengaku jumlah penumpang sekitar dua kali lipat lebih banyak dari biasanya. Antrean penumpang kali ini kebanyakan karena mereka ingin mendapat kursi di armada.

Bagi calon penumpang yang terburu-buru bisa langsung menaiki bus, setelah melakukan tap kartu elektronik. Bus pun diberangkatkan, sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Tersedia sekitar tiga bus yang siap diberangkatkan, kala itu, pada rentang waktu 10.45-11.12 WIB. Setiap bus telah dipadati penumpang, tak menyisakan kursi kosong.

Asri (68) terhuyung-huyung menaiki bus, sembari memboyong tiga barang bawaan. Dua tas jinjing berukuran besar dan satu tas bahu.

Wanita berjilbab itu memilih bus yang berangkat pukul 11.12 WIB, setelah mengantre sekitar 15 menit. Sayangnya semua kursi sudah penuh.

Dia lalu berjalan ke arah belakang dan menyender di dekat pintu. Asri beruntung, belum lima menit berdiri, seorang pemuda yang tampak berusia 20 tahunan bangkit dari kursi, dan mempersilakannya duduk.

Rupanya Asri sudah menduganya. Menurut dia, penumpang Transjabodetabek umumnya ramah lansia. Kalau pun tak ada yang memberi kursi, dia bisa meminta pada petugas untuk dibantu mendapatkan kursi kosong.

Hal tersebut yang menjadi alasan wanita asal Ciledug itu kerap memilih Transjabodetabek rute P11 ketimbang moda lainnya. Selain juga karena tarif yang murah, yakni Rp3.500.

Dari satu titik pemberhentian ke titik lainnya, penumpang silih berganti naik dan turun. Kebayakan mereka kaum hawa dan membawa anak-anak. Meskipun demikian, tak semua seberuntung Asri yang bisa duduk, hingga halte tujuan.

Rachman (23), termasuk yang harus mengalah. Pemuda asal Bogor itu sudah paham, peluang duduk selama perjalanan hampir mustahil di hari libur seperti ini.

Dia tetap memilih Transjabodetabek, siang itu karena berencana menuju PIK 2 melalui Blok M. Rute Blok M-PIK 2 juga termasuk favorit, dengan jumlah penumpang harian sekitar 4.169 orang dan 116.220 orang per bulan pada tahun 2025.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |