Pengamat: Program Mudik Gratis Polri 2026 wujud nyata transformasi

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik senior Boni Hargens mengemukakan program "Mudik Gratis Polri Presisi 2026" merupakan wujud nyata transformasi Polri dari kekuasaan menuju pelayanan.

Menurut dia, program tersebut bukan sekadar inisiatif seremonial, melainkan wujud konkret dari perubahan paradigma Polri dalam memandang hubungannya dengan masyarakat.

"Sebuah transformasi budaya kelembagaan yang fundamental, dari power approach menuju servant approach, kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat luas," ucap Boni dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, dia berpendapat Polri, di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan perayaan Idul Fitri tahun ini melalui program Mudik Gratis Polri Presisi 2026.

Dengan menghadirkan program mudik gratis, sambung Boni, Polri secara aktif meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib sehingga totalitas pengabdian personel Polri dalam momen tersebut tidak dapat diragukan lagi.

Selain itu, pengamanan arus mudik dan balik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di titik-titik kritis, pendampingan perjalanan, hingga pelayanan informasi bagi para pemudik.

Boni mengatakan bahwa dedikasi tersebut mencerminkan semangat korps yang telah berubah secara mendasar dalam memaknai tugas dan tanggung jawab kepada bangsa.

Dia menuturkan transformasi yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri bukan sekadar perubahan kosmetik atau pergantian seragam semata.

Dengan demikian, transformasi tersebut merupakan sebuah pergeseran paradigma yang dalam dan menyeluruh dari power approach (pendekatan kekuasaan) yang menjadi ciri dominan tradisi kepolisian lama, menuju servant approach (pendekatan pelayanan) sebagai fondasi baru identitas institusi.

Dalam tradisi lama, dia mengatakan institusi kepolisian kerap diposisikan dan memposisikan sebagai entitas yang berkuasa atas masyarakat sehingga relasi yang terbangun cenderung hierarki dan satu arah, di mana polisi memerintah serta masyarakat mematuhi.

Meskipun memiliki logika ketertiban tersendiri, dia menilai pendekatan tersebut pada kenyataannya menjauhkan polisi dari masyarakat yang seharusnya dilayaninya.

Sebaliknya, pendekatan pelayanan menempatkan personel kepolisian sebagai pelayan publik yang hadir untuk membantu, melindungi, dan memberdayakan masyarakat.

"Dalam pendekatan ini kewenangan tetap ada, namun digunakan sebagai alat untuk menghadirkan keamanan dan kenyamanan, bukan sebagai instrumen intimidasi atau dominasi," ujarnya.

Karena itu, tambah Boni, Kapolri layak mendapatkan apresiasi yang tulus atas keberhasilannya dalam mewujudkan slogan PRESISI dalam situasi dan konteks yang tepat.

Menurut dia, kepemimpinan yang efektif tidak hanya soal memiliki visi yang baik, tetapi soal kemampuan untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam tindakan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

Ia juga menyoroti pengorbanan tak ternilai oleh anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Brigadir Fajar Permana yang gugur dalam tugas pengamanan mudik.

Boni berpendapat gugurnya Brigadir Fajar sebagai fakta yang menjadi pengingat keras bahwa setiap momen keamanan yang dirasakan masyarakat merupakan buah dari dedikasi bahkan nyawa para penjaga ketertiban.

Dengan demikian, kepergian Brigadir Fajar dalam menjalankan tugas merupakan bukti paling autentik dari totalitas Polri sehingga bukan sekadar statistik pengabdian, melainkan cerminan dari transformasi nilai yang benar-benar telah meresap ke dalam jiwa korps kepolisian.

Disebutkan bahwa personel yang rela berkorban jiwa dalam menjalankan tugas pelayanan merupakan personel yang telah menghayati makna sejati dari pendekatan pelayanan.

Boni menyampaikan pengorbanan semacam itu sepatutnya mendapat apresiasi dan penghormatan seluruh bangsa.

"Ini mengingatkan keamanan dan kenyamanan yang masyarakat nikmati selama perjalanan Idul Fitri tidak datang begitu saja, tetapi diperjuangkan dengan sepenuh hati oleh para abdi negara yang berdiri tegak di setiap sudut jalanan," ucap Boni menegaskan.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |