Trump dorong sekutu AS mulai beroperasi di Selat Hormuz usai konflik

2 days ago 4

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (18/3) mengisyaratkan bahwa sekutu Amerika hanya akan campur tangan untuk memastikan pengiriman di Selat Hormuz begitu Amerika telah "menyelesaikan" Iran.

"Saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika kami menyelesaikan apa yang tersisa dari Iran dan membiarkan negara-negara yang menggunakannya, bukan kami, bertanggung jawab atas apa yang disebut 'Selat'? Itu akan membuat beberapa sekutu kami yang tidak responsif akan bergerak dan langsung bertindak," kata Trump di Truth Social.

Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan tempat fasilitas militer milik Amerika di seluruh Timur Tengah.

Baca juga: Tekan harga minyak, Trump kecualikan UU Jones selama 60 hari

Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Penghentian lalin itu berpengaruh terhadap ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Awal Maret, Trump mendesak China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lainnya untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz. Jerman dan Prancis menolak permintaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa tidak siap untuk mengirim armada ke Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Trump sebut tak perlu dukungan sekutu untuk amankan Selat Hormuz

Baca juga: Macron: Prancis tak akan terlibat operasi militer di Selat Hormuz

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |