Trump: AS terima usulan baru dari Iran usai batalkan misi ke Pakistan

6 hours ago 1

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya telah menerima usulan baru dari Iran setelah membatalkan misi utusan AS ke Pakistan untuk melakukan perundingan.

"Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik. Dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapat dokumen baru yang jauh lebih baik," kata Trump kepada wartawan pada Sabtu.

Saat ditanya soal isi dokumen tersebut, Trump menegaskan fokus utama perundingan tetap pada jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba pada Jumat di Pakistan, yang menjadi penengah perundingan AS-Iran.

Utusan khusus Trump — Steve Witkoff dan Jared Kushner — sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Sabtu, tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata dua pekan mulai 7 April dan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.

AS lalu memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara mediator berupaya mengatur putaran perundingan yang baru.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Batalkan misi utusan ke Pakistan, Trump sebut AS "punya semua kartu"
Baca juga: Trump ingin capai 'kesepakatan abadi' dengan 'Iran tanpa nuklir'

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |