Lubuk Basung (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyelesaikan pembangunan tujuh unit jembatan aramco dan bailey di lokasi bencana hidrometeorologi Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sehingga akses transportasi kembali normal.
Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan jembatan yang telah selesai itu berupa empat unit jembatan aramco dan tiga unit jembatan bailey.
"Keempat jembatan aramco itu sudah selesai dibangun 100 persen. Untuk jembatan bailey, dua unit selesai dibangun 100 persen dan satu unit baru 90 persen yang saat ini tinggal pengecatan," katanya.
Ia mengatakan empat jembatan aramco berada di Kecamatan Tanjung Raya tiga unit dan Malalak satu unit.
Sementara jembatan bailey berada di Sungai Rangeh Kecamatan Tanjung Raya satu unit, Aia Taganang Kecamatan Matur satu unit dan Kubu Sarunai Kecamatan Canduang satu unit.
Pembangunan jembatan melibatkan personel Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ Banyuasin, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 2/Prasada Sakti, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 896/Serumpun Pseko dan Batalyon Teritorial Pembangunan 897/ Singgalang.
"Satu jembatan melibatkan 50 personel dari Batalyon TP dan 20 tim teknis dari Denzipur," katanya.
Baca juga: TNI rampungkan jembatan armco permudah akses warga di Tapanuli Utara
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan itu sekitar dua minggu untuk pelaksanaan.
Dengan telah dibangunnya jembatan itu, maka akses transportasi kembali normal untuk membawa hasil pertanian, jalur anak sekolah dan ke daerah lain.
Salah seorang warga Matur Hilia Dahril (38) mengatakan dengan telah selesainya pembangunan jembatan bailey oleh TNI ini, maka masyarakat sangat terbantu.
"Kami sangat terbantu sekali dengan selesainya jembatan ini, karena ini jalan alternatif dari Matua Mudiak menuju Kecamatan Palupuh dan Kota Bukittinggi," katanya.
Ia mengatakan jembatan di Sungai Batang Aia Taganang tersebut rusak berat terbawa arus sungai dampak curah hujan tinggi pada akhir November 2025.
Akibatnya arus lalu lintas menghubungkan Kecamatan Matur menuju Palupuh dan Kota Bukittinggi lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca juga: TNI bangun jembatan Aramco pulihkan akses warga di Padangsidimpuan
"Agar akses lalu lintas normal, dibangun jembatan darurat dari kayu dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































