APEC 2026 angkat isu penguatan integrasi ekonomi regional 

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Sekretariat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Eduardo Pedrosa menyampaikan bahwa penguatan integrasi ekonomi regional menjadi salah satu pembahasan prioritas dalam penyelenggaraan APEC 2026 dengan China sebagai tuan rumah.

“Tahun ini, beberapa isu yang terus menjadi perhatian dunia usaha mencakup integrasi ekonomi regional dan perkembangan di bidang perdagangan. Ini termasuk CPTPP, RCEP, serta berbagai perjanjian dan inisiatif lain yang menyatukan perekonomian, apa pun bentuknya,” kata Pedro saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Jumat.

Pedro menjelaskan bahwa dunia usaha memegang peran penting dalam diskusi tingkat menteri maupun pemimpin anggota ekonomi APEC karena komunitas bisnis memahami dinamika langsung kebijakan yang diambil oleh para pemimpin.

Oleh sebab itu, ketertarikan dunia usaha terhadap Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) penting untuk dibahas pada rangkaian pertemuan APEC, guna memastikan adanya integrasi dalam kegiatan bisnis di kawasan.

“Kita melihat ketertarikan terhadap RCEP yang berpusat pada ASEAN, sekaligus banyak anggota CPTPP. Ini merupakan salah satu aspek penting bagi dunia usaha, yaitu memastikan kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar,” ucap Pedro.

Isu lain yang turut menjadi pembahasan pada APEC 2026 adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital. Perwakilan dari ekonomi anggota pun telah bertemu di Guangzhou, China pada awal pekan ini untuk membahas serangkaian tantangan kebijakan digital yang semakin membentuk perdagangan dan produktivitas di seluruh dunia.

Pedro menilai bahwa setelah pelaku usaha memahami bagaimana AI dan teknologi digital diterapkan dalam model bisnis mereka, peran pemerintah menjadi krusial dalam menyiapkan dukungan serta kebijakan yang memungkinkan pemanfaatan AI berlangsung lebih efisien dari sudut pandang dunia usaha.

“AI dan ekonomi digital berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dunia usaha pertama-tama berupaya memahami model bisnis mereka sendiri dengan saling berbagi pandangan. Ada lapisan digital, tetapi juga ada lapisan praktis tentang bagaimana AI benar-benar digunakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pedro menyampaikan bahwa keberlanjutan turut menjadi isu prioritas pada penyelenggaraan APEC. Dia menilai, dunia saat ini berada di bawah tekanan besar untuk menunjukkan peranan dalam menjaga lingkungan dan menghadapi berbagai bencana alam.

Menanggapi tingginya curah hujan pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, termasuk di Indonesia, Pedro menilai kondisi tersebut menjadi tekanan tersendiri bagi Sekretariat APEC untuk mengambil langkah nyata, baik melalui upaya mitigasi maupun adaptasi.

“Infrastruktur seperti apa yang kita butuhkan agar lebih tangguh? Mendengarkan perspektif tersebut sangat penting bagi kami di tingkat kebijakan. Dan ini bukan hanya soal pejabat perdagangan, tetapi juga jika kita berpikir lebih luas tentang model pembiayaan, termasuk kemitraan publik-swasta,” kata dia.

Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 akan diadakan di Shenzhen pada 18-19 November 2026, dengan pertemuan pejabat senior, pertemuan menteri, dan acara lainnya yang berlangsung di sejumlah kota di China.

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 21 anggota ekonomi APEC, bersama Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, China, Hong Kong, Chinese Taipei, Meksiko, Papua Nugini, Chile, Peru, Rusia dan Vietnam.

APEC adalah forum ekonomi regional beranggotakan 21 negara di lingkar Pasifik yang didirikan pada tahun 1989 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan bebas, investasi, dan kolaborasi teknis. ​​​​​​​APEC berfokus pada kerja sama tidak mengikat (non-binding) guna meningkatkan kesejahteraan di kawasan.

Anggota APEC mencakup lebih dari 60 persen PDB global dan lebih dari 2,9 miliar.

Baca juga: China mulai susun agenda pertemuan APEC 2026

Baca juga: China jadi tuan rumah APEC 2026, Xi Jinping pilih kota Shenzhen

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |