Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Personel gabungan TNI-Polri berjibaku membersihkan lumpur di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pascabanjir, demi mempercepat pemulihan sekolah agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal di daerah tersebut.
Komandan Tim (Dantim) 1 SST 3 Yon Zipur 10/Jaladri Palaka Divisi 2/Infanteri Kostrad Letda Cke Yudha Bahtiar mengatakan, pihaknya diperbantukan membantu pembersihan sekolah sebagai bagian penanganan pascabencana banjir di wilayah Aceh Tamiang.
"Kami diperbantukan membantu di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, dalam rangka pasca penyelesaian atau membantu pembersihan di sekolahan ini," kata Letda Yudha ditemui ANTARA di SDN 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Minggu.
Dia menuturkan proses pembersihan dilakukan secara manual sejak hampir 10 hari menggunakan arco, cangkul, dan sekop, karena alat berat seperti ekskavator dan dump truck tidak dapat masuk ke area sekolah.
Letda Yudha menjelaskan, bangunan bagian depan SDN 1 Kuala Simpang merupakan cagar budaya berdasarkan informasi kepala sekolah dan guru, sehingga tidak boleh dibongkar demi memasukkan alat berat.
Komandan Tim (Dantim) 1 SST 3 Yon Zipur 10/Jaladri Palaka Divisi 2/Infanteri Kostrad Letda Cke Yudha Bahtiar menjawab pertanyaan ANTARA ditemui di sela kegiatan membersihkan lumpur di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sabtu (25/1/2026). ANTARA/HariantoMeski begitu, dia menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel, pihaknya tetap bekerja maksimal tanpa merusak bangunan, memilih jalur normal pembersihan, serta menggunakan peralatan yang telah disiapkan komando atas untuk mengeluarkan lumpur secara bertahap.
Ia menyebutkan lebih dari 10 ruang kelas terdampak lumpur, dengan ketinggian mencapai selutut di luar ruangan dan sepinggang orang dewasa di dalam kelas tertentu.
Perbedaan ketinggian lumpur terjadi akibat kontur bangunan sekolah yang lebih rendah dari halaman, bukan karena amblas, sehingga lumpur tertahan dan harus diangkat manual oleh personel.
Dalam operasi itu, sekitar 35 personel TNI-Polri diterjunkan setiap hari, ditambah bantuan 20 taruna Akmil dan Akpol selama dua hari terakhir, sehingga total mencapai 55 personel.
Personel gabungan TNI-Polri berjibaku membersihkan lumpur di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sabtu (25/1/2026). ANTARA/HariantoIa menyebutkan kendala utama di lapangan adalah keterbatasan pasokan air untuk membersihkan lantai dan dinding, karena hanya mengandalkan tandon kecil serta suplai bergilir dari pemadam kebakaran.
Oleh karena itu, dia berharap adanya dukungan sumur bor agar pembersihan lebih efektif, terutama untuk mengatasi lumpur yang mengeras dan menempel kuat di keramik serta dinding ruang kelas.
Lebih lanjut, dia mengatakan pembersihan dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga sore sekitar pukul 17.30 WIB, menyesuaikan cuaca dan kondisi keselamatan, karena hujan deras berisiko menyebabkan personel terpeleset atau mengalami kecelakaan kerja.
Baca juga: Ketika sawah mulai hijau kembali setelah bencana berlalu
Baca juga: BNPB: Pembangunan huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus berjalan
Hingga saat ini, sekitar tujuh ruang kelas telah dibersihkan dan sebagian sudah layak digunakan, bahkan telah digunakan sebagai ruang belajar, sementara sisanya dikebut agar sekolah dapat beroperasi penuh kembali.
TNI-Polri menargetkan pembersihan lumpur di SDN 1 Kuala Simpang rampung dalam dua pekan ke depan, sebelum berpindah membantu sektor lain yang masih terdampak parah.
Komandan Tim (Dantim) 1 SST 3 Yon Zipur 10/Jaladri Palaka Divisi 2/Infanteri Kostrad Letda Cke Yudha Bahtiar memperlihatkan ruangan belajar yang telah dibersihkan personel gabungan TNI-Polri di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sabtu (25/1/2026). ANTARA/HariantoPewarta: Muhammad Harianto
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































