Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan mempercepat pembersihan dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) guna mempercepat aktivitas belajar di sekolah tersebut.
"Personel melakukan pembersihan dan perbaikan itu dilakukan di SDN 152981 dan 152982 di Kecamatan Tukka," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Kamis.
Baca juga: TNI intensifkan pembersihan SDN di Tapteng percepat aktivitas belajar
Asrul mengatakan percepatan proses pemulihan itu melakukan pengangkatan tanah dan lumpur di parit depan sekolah, pembersihan ruang perpustakaan.
Kemudian, melakukan pengecatan kursi, meja, dinding kelas, serta perbaikan plafon atap, kaca jendela ruang guru, dan pengecatan atap ruangan, dan pembersihan halaman samping dengan menggunakan alat berat.
"Secara umum, progres pekerjaan telah mencapai 80 sampai 90 persen pada sebagian besar titik sasaran, sementara beberapa perbaikan lanjutan seperti plafon dan atap ruang," ucapnya.
Kapendam mengatakan kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI dari berbagai satuan, Babinsa Kodim 0211/TT, personel Yonif 125/SMB, Yonif 122/TS, Yon Arhanud 11/WBY, serta pekerja dan operator alat berat dari PT Nindya Karya (Danantara) sebagai bentuk sinergi dalam percepatan pemulihan fasilitas umum.
Baca juga: Kodam I/BB lakukan pembersihan SD Tapteng percepat aktivitas belajar
Baca juga: Kodam I/BB salurkan paket perlengkapan sekolah untuk siswa di Tapteng
"Melalui kerja sama tersebut, kami berupaya mempercepat pemulihan fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal," tutur dia.
Asrul mengatakan dengan adanya sinergisitas, anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman di sekolah tersebut pasca-bencana alam di wilayah tersebut.
Kodam I/Bukit Barisan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. Bantuan itu wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































