Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodim 0211/TT menggunakan helikopter guna menyalurkan logistik ke wilayah terisolasi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
"Kegiatan dropping logistik itu dilakukan di Desa Tapian Nauli Saur Manggita, Kecamatan Tukka guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun berada di wilayah yang terisolasi," Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Senin.
Asrul mengatakan bantuan yang disalurkan di antaranya bahan makanan, air bersih, serta kebutuhan pokok lainnya untuk kebutuhan dasar masyarakat yang berada di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan, kehadiran TNI di wilayah terdampak bencana ini menjadi bagian dari upaya bersama dengan pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.
"Penyaluran itu dilakukan karena akses darat ke wilayah tersebut masih terputus akibat kerusakan infrastruktur pasca-bencana," kata dia.
Kapendam mengatakan, pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. Untuk itu, dengan penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut.
"Pihaknya berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi medan yang sulit.
"Melalui Satgas Gulbencal, TNI AD terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan pasca-bencana," ucapnya.
Kodam I/Bukit Barisan akan memaksimalkan penyaluran bantuan logistik maupun pendampingan langsung kepada warga agar dapat segera kembali beraktivitas secara normal.
Baca juga: 100 keluarga korban banjir di Pidie Jaya diusulkan masuk huntara
Baca juga: Kemenhut terus optimalkan kayu banjir bangun huntara di Aceh Utara
Baca juga: TNI gunakan heli salurkan pangan penuhi kebutuhan di Desa Tapteng
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































