Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengaku sudah memetakan pola permainan calon lawan mereka di semifinal German Open 2026, termasuk karakter Li Yi Jing yang diprediksi kembali menjadi tumpuan kala tampil bersama Wang Yi Duo.
“Untuk besok, kami sudah cukup tahu pola permainan Li Yi Jing, apalagi sebelumnya pernah bertemu di final Thailand Masters meskipun dengan partner yang berbeda (Bao Li Jing). Kemungkinan pola permainannya tidak akan jauh berbeda, jadi kami harus lebih siap terutama sejak awal pertandingan,” kata Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI, Sabtu.
Tiwi/Fadia melangkah ke empat besar setelah menundukkan pasangan Hong Kong Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dengan skor 21-15, 21-14 pada perempat final di Westenergie Sporthalle, Sabtu dini hari WIB.
Baca juga: Tiwi/Fadia jaga asa Indonesia setelah ke semifinal German Open 2026
Tiwi panggilan akrab, Amallia Cahaya Pratiwi, mengakui laga tersebut belum sepenuhnya bersih dari kesalahan sendiri, terutama pada awal gim.
“Tadi kami cukup banyak kehilangan poin karena kesalahan sendiri. Secara pola permainan sebenarnya hampir sama seperti kemarin, tetapi di awal-awal gim kami terlalu banyak melakukan error yang seharusnya bisa dihindari,” ujar Tiwi.
Menurut dia, kunci kemenangan terletak pada keputusan untuk bermain lebih aman dan tidak terburu-buru memaksakan serangan berisiko tinggi.
“Tidak perlu terlalu memaksakan atau bermain yang berisiko tinggi. Yang penting kami bisa menjaga reli dan tetap solid di lapangan,” katanya.
Baca juga: Gloria bertekad juarai German Open setelah dua kali jadi runner-up
Senada dengan pasangannya, Siti Fadia Silva Ramadhanti menyebut komunikasi di lapangan menjadi titik balik yang menjaga stabilitas permainan mereka.
“Titik baliknya mungkin karena kami saling mengingatkan untuk tidak kendor di setiap poin. Pola permainan lawan dari awal sampai akhir sebenarnya sama, jadi tantangannya adalah bagaimana kami tetap fokus dan tidak memberikan poin dari kesalahan sendiri,” ujar Fadia.
Selanjutnya, Tiwi/Fadia bertekad meminimalkan kesalahan di fase awal laga agar tidak memberikan momentum kepada lawan. Mereka mengungkapkan konsistensi sejak poin-poin pertama akan sangat menentukan di semifinal yang diperkirakan berlangsung ketat.
Keberhasilan menembus semifinal di Mulheim memperpanjang tren positif pasangan ini setelah meraih gelar di Thailand Masters awal musim.
Baca juga: Gloria/Terry maksimalkan chemistry meski minim waktu latihan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































