Tim UMI perkuat fasilitas dan nakes di Aceh Tamiang

1 month ago 38
...Kami hadir dari Makassar bukan sekadar membawa bantuan tetapi membawa pesan bahwa kampus harus hadir untuk saling menguatkan

Makassar (ANTARA) - Tim Relawan Kemanusiaan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memperkuat fasilitas dan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Walaupun tenaga kesehatan juga terdampak, ketika sistem layanan dan fasilitas mereka diperkuat, maka masyarakat yang akan merasakan dampaknya. Inilah esensi Kampus Berdampak,” kata Koordinator Tim Relawan Kemanusiaan UMI dr Berry dalam keterangannya di Makassar, Sabtu.

Ia melaporkan, tim relawan telah berhasil menyalurkan logistik makanan ringan, susu anak, sandal, dan kelambu bagi warga yang masih bertahan di posko dan tenda pengungsian.

Bantuan tersebut menyasar kebutuhan dasar para penyintas, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, di tengah kondisi lingkungan yang masih berlumpur serta keterbatasan sarana pendukung kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan, biskuit dan susu diberikan sebagai pemenuhan gizi sementara bagi anak-anak, sandal dibagikan untuk menunjang mobilitas warga di area terdampak, sementara kelambu disalurkan guna memberikan kenyamanan dan perlindungan saat beristirahat di posko pengungsian.

Baca juga: IPB kirim relawan dan inovasi pangan darurat ke Sumatera

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dan sederhana, namun sarat kehangatan.

dr Berry mengatakan, interaksi antara relawan dan warga berlangsung akrab. Anak-anak tampak tersenyum menerima biskuit dan susu, sementara para orang tua menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang terus mengalir.

Kehadiran relawan tidak hanya membawa logistik, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan, dikuatkan, dan ditemani dalam masa sulit.

“Kami hadir dari Makassar bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa pesan bahwa kampus harus hadir untuk saling menguatkan. Pengabdian ini kami arahkan untuk memperkuat masyarakat sekaligus mendukung kerja pemerintah dan tenaga kesehatan di lapangan,” ujar dr. Berry.

Baca juga: Kemenkes kembali lepas relawan kesehatan ke lokasi bencana Aceh

Rahmawati (38), salah seorang warga Kota Lintang, mengungkapkan rasa haru atas kehadiran relawan UMI.

“Kami merasa tidak sendirian. Bantuan ini mungkin sederhana, tapi sangat berarti. Lebih dari itu, kehadiran mereka memberi kami semangat untuk bertahan,” tuturnya.

Aksi kemanusiaan ini melanjutkan rangkaian kehadiran UMI sejak hari-hari awal pasca bencana di Aceh Tamiang, mulai dari pendirian posko kesehatan darurat, pelayanan medis langsung melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan bersama mitra seperti YBM PLN, hingga penyaluran logistik pendukung kehidupan warga.

Baca juga: Mahasiswa Unigha bersihkan tempat ibadah dari lumpur bekas banjir Aceh

Baca juga: Relawan Pertamina Peduli Bergerak Jemput Bola, Layani Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |