Garut (ANTARA) - Tim Pencarian dan Penyelematan (SAR) gabungan mengevakuasi seorang pemburu kelelawar yang ditemukan tewas di dalam Gua Lalay, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat.
Komandan Tim Penyelemat Pos SAR Pangandaran Edwin Purnama membenarkan tim SAR gabungan menemukan korban Memed Hermawan (44), warga Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, dalam kondisi tewas di dalam gua.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Edwin saat dihubungi melalui telepon seluler dari Garut, Jumat.
Ia menuturkan korban diduga tewas setelah terjatuh saat mencari kelelawar sendirian di Gua Lalay.
Baca juga: SAR bentuk dua tim cari wisatawan hilang di Pangandaran
Korban yang dilaporkan hilang sejak Rabu (5/11) itu, kata dia, akhirnya ditemukan berkat kerja sama tim gabungan.
"Kami nyatakan operasi selesai, semua unsur sudah bekerja maksimal," katanya.
Tim SAR gabungan melibatkan kepolisian, TNI, sukarelawan, dan pegiat gua dari Tasikmalaya yakni Tasik Caving Community (TCC) dan Caves Society yang melakukan pencarian korban ke dalam Gua Lalay.
Koordinator Lapangan SAR TCC dan Caves Society Arga Ardiansyah menyampaikan operasi pencarian ke dalam gua dimulai Jumat (7/11) pagi dengan mengerahkan tim gabungan dan juga masyarakat lokal, sampai akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.25 WIB dalam kondisi terjepit batu.
Baca juga: Tim SAR temukan wisatawan yang terseret ombak di Pangandaran
Ia menyampaikan proses evakuasi berlangsung cukup sulit, berjarak sekitar 260 meter dari mulut gua, dengan kondisi jalur berair, licin, dan juga terdapat jalur vertikal.
Kondisi gua juga, lanjut dia, gelap, udara yang panas, pengap, dan dipenuhi kotoran kelelawar, kemudian terdapat kedalaman air yang mencapai 20 meter sehingga harus menggunakan perahu.
"Kedalaman air ada yang mencapai 20 meter, kami harus menggunakan perahu, dan teknik river caving," katanya.
Tim gabungan selanjutnya memasukkan jenazah ke dalam kantong mayat untuk memudahkan proses evakuasi ke luar gua.
Baca juga: Tim SAR cari wisatawan pelajar yang terseret ombak di Pangandaran
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































